Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 3 April 2018 | 13.09 WIB

Lagi, Dua Korban Kebakaran di Teluk Balikpapan Ditemukan

ilustrasi kapal terbakar di perairan lepas pantai. - Image

ilustrasi kapal terbakar di perairan lepas pantai.

JawaPos.com – Tim gabungan SAR kembali menemukan dua korban terbakarnya minyak yang tercecer di Teluk Balikpapan, kemarin (2/4). Mereka adalah Suyono (55), dan Agus Salim (42). Keduanya ditemukan dalam kondisi tak bernyawa.


Suyono adalah warga Jalan Gunung Empat, Margo Mulyo, RT 40, Kecamatan Balikpapan Barat. Sedangkan Agus Salim adalah warga Jalan Sepaku RT 14, Kecamatan Balikpapan Barat.


Suyono ditemukan mengapung di sekitar perairan Muara Kariangau, Balikpapan Utara sekitar pukul 06.30 WITA. Jasad Suyono berada di perairan yang biasa menjadi perlintasan kapal penyeberangan Feri Balikpapan-Penajam Paser Utara (PPU).


Sementara, jasad Agus Salim ditemukan 20 menit kemudian di sekitar perairan Pulau Tukung, kawasan Semayang, atau hanya dua kilometer dari posko tim gabungan SAR.


“Jenazah Bapak Suyono diketahui setelah posko SAR gabungan menerima informasi dari pihak kepanduan Pelindo, bahwa Kapal Fery KM Bintang telah melihat korban di Teluk Balikpapan,” terang Kasi Ops Kantor SAR Balikpapan Octavianto dikutip dari Kaltim Post (Jawa Pos Grup), Selasa (3/4).


Sementara itu, jasad Agus Salim diketahui dari informasi kru speedboat milik Chevron. Kedua korban berhasil dievakuasi dengan menggunakan rigid inflatable boat (RIB) dan kapal Patkamla menuju ke Posko SAR gabungan. Dengan ambulans, jenazah dibawa ke RSUD dr Kanujoso Djatiwibowo (RSKD) Balikpapan untuk divisum.


Dengan demikian, hingga tadi malam satu korban lagi bernama Sutoyo belum ditemukan. Meski pada pukul 17.00 WITA, ada informasi temuan jasad di sekitar perairan Sepinggan, namun ketika tim melakukan penyisiran, korban tak ditemukan. Tim gabungan mengalami kesulitan lantaran cuaca buruk.


“Titik pencarian diperluas dari sekitar LKP (lokasi kejadian perkara) hingga 10 kilometer. Bersama unsur TNI, Polri, BPBD, dan relawan,” ungkap Octaviano.


Sebelumnya pada Sabtu pekan lalu, dua korban bernama Wahyu Gusti Anggoro dan Imam Nur Rohim lebih dulu ditemukan di perairan Teluk Balikpapan. Hari ini (3/4) Polda Kaltim resmi mengambil alih kasus pencemaran dan terbakarnya Teluk Balikpapan yang terjadi Sabtu (31/3) lalu. Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) disebut akan melakukan penyelidikan.


Sejumlah pihak kembali akan dipanggil untuk diperiksa. Baik dari warga sekitar lokasi pencemaran, kru kapal kargo Ever Judger, Pertamina hingga instansi yang berhubungan dengan peristiwa ini.


“Penyelidikan sementara pemeriksaan saksi. Ada lima saksi awal yang sebelumnya sudah ditangani Polres Balikpapan. Kami juga akan memanggil Pertamina,” sebut Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Ade Yaya Suryana, kemarin.


Desakan untuk menuntaskan kasus ini datang dari Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Kaltim. Menurut LSM lingkungan ini, DLH Balikpapan dan kepolisian harus bertanggungjawab.


Kepolisian diharapkan memberikan informasi yang benar, melakukan penegakan hukum, dan segera melakukan upaya minimalisasi area terdampak dan pemulihan lingkungan hidup.


“Rabu (besok) kami bersama dengan organisasi lainnya akan datang ke Mapolres Balikpapan meminta kepolisian bertindak dalam kasus ini,” tutur Manager Advokasi Walhi Kaltim Topan Wamustofa Hamzah.


Kemarin, kegiatan bersih-bersih pantai sendiri dilakukan pihak Pertamina bersama ratusan personel gabungan TNI dan Polri. Upaya pembersihan dilakukan secara manual, menggunakan gayung dan ember.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore