Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 28 Maret 2018 | 06.24 WIB

Kios Ponsel di Pekanbaru Dimolotov OTK

Tim identifikasi dari Polresta Pekanbaru melakukan olah TKP di lokasi pelemparan molotov Jalan Durian, Kecamatan Sukajadi, Pekanbaru, Riau pada Selasa (27/3) malam. - Image

Tim identifikasi dari Polresta Pekanbaru melakukan olah TKP di lokasi pelemparan molotov Jalan Durian, Kecamatan Sukajadi, Pekanbaru, Riau pada Selasa (27/3) malam.

JawaPos.com - Sebuah kios ponsel yang terletak di Jalan Durian, Kecamatan Sukajadi, Kota Pekanbaru, Riau, diteror oleh orang tak dikenal (OTK), pada Selasa (27/3) malam.


Aksi teror yang dilakukan OTK tersebut, diduga dilakukan dengan menggunakan molotov. Akibatnya, pemilik kios 777 ponsel bernama Nando mengalami luka bekas percikan minyak panas di bagian belakang lehernya.


Kapolsek Sukajadi Kompol Zulfa menjelaskan, berdasarkan keterangan sementara dari korban maupun saksi di lokasi, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 20.09 WIB.


"Berdasarkan laporan dari masyarakat diduga terjadinya pelemparan semacam jenis molotov. Kejadian setelah Salaty Isya," ujarnya kepada JawaPos.com saat dijumpai di lokasi, Selasa (27/3) malam.


Ia menjelaskan, pihaknya belum dapat memastikan siapa pelaku yang telah melempar molotov itu yang juga mengakibatkan menghitamnya dinding kios tersebut akibat dijilat api.


"Pelaku masih dalam penyelidikan. Nanti perkembangan lebih lanjut akan diberitahu," jelasnya.


Pantauan di lokasi, tampak tim identifikasi dari Polresta Pekanbaru melakukan olah TKP. Beberapa barang bukti seperti serpihan kaca bekas bom molotov yang telah meledak turut diamankan.


Selain itu, petugas juga telah memasang garis polisi di sekeliling kios yang berukuran sekitar 3 meter kali 3 meter tersebut.


Sementara itu, menurut keterangan salah seorang saksi bernama Neng, 51 mengatakan, bahwa pelaku terdiri dari satu orang pria.


"Waktu itu saya isi pulsa, setelah isi pulsa saya ke sebelah (toko jahit Surya). Saya lihat tadi ada pria pakai sepeda motor Supra yang mengenakan jaket dan helm berhenti di dekat counter. Tapi dia tidak mematikan sepeda motornya," jelas Neng.


Tak lama setelah Neng pergi, ia pun mendengar suara letusan. Awalnya perempuan yang menggunakan kaca mata itu mengira suara tersebut akibat korsleting listrik. Namun, ketika keluar dari toko penjahit, betapa kagetnya dia melihat api sudah membara di dalam kios tersebut.


Hal senada juga dikatakan tetangga korban yaitu Agusmani Ema, 59. Saat itu, dia mendengar suara letusan yang berasal dari kios korban. Lalu dia keluar dari rumahnya yang berada tepat di samping kios tersebut.


"Saya panggil Nando (korban). Saya padamkan api pakai air dan sapu biar apinya gak menjalar ke sebelah," tuturnya.


Adik korban, Darius yang datang ke lokasi langsung menangis. "Abang ku di mana, di mana abang ku," kata dia.


Darius menduga, pelemparan molotov itu terkait perselisihannya abangnya dengan sesorang. "Dua bulan lalu ada yang sakit hati," ucapnya.

Editor: Budi Warsito
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore