
LANGKA: Warga Perumahan City Side Residence Malang mengantre untuk mendapatkan jatah air dari PDAM Kota Malang.
JawaPos.com - Meskipun beberapa waktu terakhir Kota Malang diguyur hujan, sebuah ironi justru terjadi di beberapa wilayah, yakni adanya krisis air yang menimpa sejumlah warga perumahan. Bahkan, hal itu sudah terjadi selama lebih dari seminggu belakangan.
Salah satunya terjadi di Kelurahan Bandungrejosari, Kecamatan Sukun, Kota Malang. Salah satu warga, Hilda Daningtyas (26), mengaku mengalami krisis air sejak hari Minggu (29/10) lalu. Hal itu pun sangat berimbas pada kegiatan sehari-harinya. Apalagi dirinya mempunyai seorang anak bayi yang masih berumur di bawah satu tahun.
''Imbasnya gede banget karena kan punya bayi. Buat nyuci dot sama botol asi nggak ada (air),'' keluh ibu dua anak itu kepada JawaPos.com. Hilda menyampaikan, dirinya sudah 9 hari ini harus rela mengungsi ke rumah ibunya yang berada di kawasan Arjosari untuk sekadar meminta air bersih.
''Sempet pulang Sabtu-Minggu. Tapi karena airnya masih mati, akhirnya ngungsi lagi,'' ujar warga jalan Simpang Kepuh DE Kelurahan Bandungrejosari, Kecamatan Sukun itu.
Dia mengungkapkan, awalnya dia dan sang suami sempat membeli air kemasan untuk keperluan mandi dan mencuci. Namun, karena lama kelamaan merasa rugi, diapun memilih untuk mengungsi.
Hal itu juga terjadi di Perumahan City Side Residence Malang. Salah satu warga, Ardian mengatakan, krisis air terjadi mulai hari Sabtu (28/10) lalu. Dia mengatakan, warga sempat mendapat bantuan air dari pihak PDAM. ''Kadang sehari 2-3 kali drop air. Warga langsung antre untuk mengambil air,'' kata dia.
Beberapa warga pun sempat komplain, namun belum ada tanggapan. Krisis air tersebut diduga karena PDAM Kota Malang beler. Biaya operasional pasokan air yang dijual ke pelanggan di Kota Malang belum dibayar ke PDAM Kabupaten Malang sekitar Rp 3 miliar lebih.
Direktur Utama PDAM Kota Malang, Jemianto enggan memberikan tanggapan mengenai hal tersebut. ''Saya tidak bisa komentar. Tidak ingin perkeruh suasana,'' dalihnya ketika dikonfirmasi melalui telepon, Selasa (7/11).
Dia mengatakan, pihaknya akan melakukan pertemuan antara sekda kota dan sekda kabupaten, Rabu (8/11).
Sementara itu, Kepala Bagian Humas Pemkot Malang Nurwidianto menyampaikan bahwa saat ini Sekkota dan Sekkab telah mengomunikasikan terkait permasalahan tersebut kepada Dirut PDAM kab Malang mengenai poin debit air yang akan dinormalisasikan kembali.
''Lebih difokuskan penyelesaian yang saat ini memang dibutuhkan warga yakni kebutuhan pasokan air, tanpa meninggalkan solusi untuk menuntaskan hal yg lain, termasuk terkait mekanisme kewajiban karena memang harus prosedural penganggaran,'' ujar Wiwit, sapaan akrabnya.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
Live Streaming PSS Sleman vs Garudayaksa FC Final Liga 2 dan Prediksi Skor: Trofi Bergengsi Menanti Pemenang!
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Prancis Hari Ini: Momentum Veda Ega Rebut Pole Position!
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
