Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 8 November 2017 | 10.17 WIB

Belum Bayar ke PDAM Kabupaten, Warga Kota Malang Krisis Air

LANGKA: Warga Perumahan City Side Residence Malang mengantre untuk mendapatkan jatah air dari PDAM Kota Malang. - Image

LANGKA: Warga Perumahan City Side Residence Malang mengantre untuk mendapatkan jatah air dari PDAM Kota Malang.

JawaPos.com - Meskipun beberapa waktu terakhir Kota Malang diguyur hujan, sebuah ironi justru terjadi di beberapa wilayah, yakni adanya krisis air yang menimpa sejumlah warga perumahan. Bahkan, hal itu sudah terjadi selama lebih dari seminggu belakangan.


Salah satunya terjadi di Kelurahan Bandungrejosari, Kecamatan Sukun, Kota Malang. Salah satu warga, Hilda Daningtyas (26), mengaku mengalami krisis air sejak hari Minggu (29/10) lalu. Hal itu pun sangat berimbas pada kegiatan sehari-harinya. Apalagi dirinya mempunyai seorang anak bayi yang masih berumur di bawah satu tahun.


''Imbasnya gede banget karena kan punya bayi. Buat nyuci dot sama botol asi nggak ada (air),'' keluh ibu dua anak itu kepada JawaPos.com. Hilda menyampaikan, dirinya sudah 9 hari ini harus rela mengungsi ke rumah ibunya yang berada di kawasan Arjosari untuk sekadar meminta air bersih.


''Sempet pulang Sabtu-Minggu. Tapi karena airnya masih mati, akhirnya ngungsi lagi,'' ujar warga jalan Simpang Kepuh DE Kelurahan Bandungrejosari, Kecamatan Sukun itu.


Dia mengungkapkan, awalnya dia dan sang suami sempat membeli air kemasan untuk keperluan mandi dan mencuci. Namun, karena lama kelamaan merasa rugi, diapun memilih untuk mengungsi.


Hal itu juga terjadi di Perumahan City Side Residence Malang. Salah satu warga, Ardian mengatakan, krisis air terjadi mulai hari Sabtu (28/10) lalu. Dia mengatakan, warga sempat mendapat bantuan air dari pihak PDAM. ''Kadang sehari 2-3 kali drop air. Warga langsung antre untuk mengambil air,'' kata dia.


Beberapa warga pun sempat komplain, namun belum ada tanggapan. Krisis air tersebut diduga karena PDAM Kota Malang beler. Biaya operasional pasokan air yang dijual ke pelanggan di Kota Malang belum dibayar ke PDAM Kabupaten Malang sekitar Rp 3 miliar lebih.


Direktur Utama PDAM Kota Malang, Jemianto enggan memberikan tanggapan mengenai hal tersebut. ''Saya tidak bisa komentar. Tidak ingin perkeruh suasana,'' dalihnya ketika dikonfirmasi melalui telepon, Selasa (7/11).


Dia mengatakan, pihaknya akan melakukan pertemuan antara sekda kota dan sekda kabupaten, Rabu (8/11).


Sementara itu, Kepala Bagian Humas Pemkot Malang Nurwidianto menyampaikan bahwa saat ini Sekkota dan Sekkab telah mengomunikasikan terkait permasalahan tersebut kepada Dirut PDAM kab Malang mengenai poin debit air yang akan dinormalisasikan kembali.


''Lebih difokuskan penyelesaian yang saat ini memang dibutuhkan warga yakni kebutuhan pasokan air, tanpa meninggalkan solusi untuk menuntaskan hal yg lain, termasuk terkait mekanisme kewajiban karena memang harus prosedural penganggaran,'' ujar Wiwit, sapaan akrabnya.

Editor: Administrator
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore