
Ilustrasi
JawaPos.com - Belakangan muncul kabar soal imigran gelap asal Tiongkok yang telah membuka lahan untuk tanaman Lada di Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur. Kabarnya pula, ini sudah berlangsung sejak 2016.
Wakil Ketua Komisi I DPRD Luwu Timur, Herdinang, mengatakan telah mendapat kabar adanya warga Tiongkok yang membuka lahan yang cukup luas di Desa Bantilang, Kecamatan Towuti.
"Saya belum pernah bertemu orang tersebut. Tapi pak Kepala Desa Bantilang Arifin sudah kita hearing di Komisi I,'' kata Herdinang kepada Fajar (Jawa Pos Group), Jumat (25/8) lalu.
Namun informasi dari Kepala Desa Bantilang, Arifin bahwa orang tersebut bukan dari Tiongkok asli. Yang bersangkutan merupakan hanya keturunan Tionghoa yang tinggal di Makassar. "Bukan imigran gelap. Kesbangapol dan instansi terkait telah membahas isu ini. Hanya saja, pria asal Desa Bantilang, Towuti tidak pernah berkunjung ke lokasi kebun seluas 100 hektare tersebut. Apakah yang dipekerjakan orang lokal atau orang asing.
"ungkapnya.
Wakil Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam mengatakan isu adanya warga Tiongkok yang menggarab lahan kebun di Desa Bantilang, Kecamatan Towuti sejak tahun lalu. ''Isu itu tidak benar. Setelah diselidiki ternyata bukan orang Tiongkok asli, tapi keturunan yang sudah menetap di Indonesia,''kata Irwan. Orang tersebut bernama Haji Iskandar yang selama ini menetap di Makassar.
Haji Iskandar ini awalnya merupakan kontraktor PT Vale yang mensuplai alat berat. Dia merupakan mualaf. Namun kemungkinan permintaan alat berat lesu di PT Vale sehingga beralih. Yang bersangkutan membeli dan membuka lahan kebun lada. Luas lahan yang dibuka seluas 100 hektare. Dia merupakan Baba Hong.
Itu merupakan nama panggilan bagi keturunan Tionghoa yang berada di Luwu Timur. Kebetulan yang dipekerjakan menggarap lahan kebun lada merupakan warga asal Bangka Belitung. Makanya, hasil ladanya cukup bagus. Saat itu, harga lada mencapai Rp150 ribu per kilogram. ''Heboh, karena booming harga lada saat itu. Sekarang harga lada hanya Rp65 ribu per kilogram,'' paparnya.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
