Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 25 Mei 2017 | 08.50 WIB

Ruas Mantingan-Kertosono Difungsikan Darurat Saat Arus Mudik Lebaran

Perlintasan kereta yang selalu jadi biang kemacetan saat arus mudik padat - Image

Perlintasan kereta yang selalu jadi biang kemacetan saat arus mudik padat

JawaPos.com -  Tarik ulur wacana pemanfaatan Tol Mantingan–Kertosono (Manker) mulai menemukan titik terang. Jalur bebas hambatan itu bakal mengakomodasi arus mudik dan balik lebaran. Namun, ruas-ruas tertentu dari total panjang 36,79 kilometer itu tetap harus difungsikan satu arah saja. 


Seperti rencana awal, mengcover arus mudik dari arah barat ke timur. Sementara arus balik nanti, dibalik dari timur ke barat. 


‘’Namun, wacana itu sewaktu-waktu bisa berubah. Tergantung usulan kepolisian dan Dishub (Dinas Perhubungan). Pokoknya, kami ikut saja arahan dari Forum Lalu Lintas karena mereka yang lebih berkompeten,’’ terang Iwan Moedyarno Direktur Utama Ngawi Kertosono Jaya (NKJ) seperti dikutip Radar Madiun (Jawa Pos Group), Kamis (25/5).


Karena hanya ruas-ruas tertentu, para pemudik nantinya hanya dapat melintasi jalur di titik Klitik, Geneng, Ngawi. Lantas keluar menuju jalan nasional di jembatan Kajang, Sawahan, Madiun. Kendaraan akan masuk lagi ke jalan tol dari interchange di Bagi, Madiun. Lalu keluar menuju titik jalan tol di Kedungrejo, Balerejo kemudian masuk kembali ke jalan tol di Purworejo, Pilangkenceng hingga Wilangan, Nganjuk.


‘’Karena ruas di ujung Wilangan sejauh ini belum tersambung dengan Tol Joker (Jombang-Kertosono,’’ paparnya. 


Pengaturan keluar-masuk dari dan menuju Tol Manker itu perlu dilakukan lantaran pekerjaan konstruksi belum merata. Ada ruas yang sudah dirigid beton, ada pula yang masih berupa urukan tanah. Sehingga, akan menganggu perjalanan pemudik jika tetap dipaksa dilintasi. 


Selain berdebu, pastinya kontur urukan tanah itu belum rata dan bergelombang. ‘’Kami tidak berani untuk memaksakan dilewati semua. Ikuti saja tahapan-tahapannya,’’ tegasnya.


Jalan bebas hambatan itu juga tak bisa dipaksa beroperasi selepas matahari terbenam. Mengingat, di sepanjang ruas jalan sama sekali belum terpasangi penerangan jalan umum (PJU). Akan berbahaya jika pengemudi melintas di malam hari. Rambu-rambu dan seluruh infrastruktur jalan baru dipasang selepas finishing pasca lebaran. 


‘’Kami buka jalan sesuai kemampuan saja. Yang bisa dilewati hanya yang sudah lapisan lean concret saja,’’ ungkapnya.


Selama dioperasikan darurat itu, petugas penjaga bakal disiagakan terutama di perlintasan jalan warga. Mengingat, jalan warga yang kini terlanjur tertutup Tol Manker belum mendapatkan jembatan pengganti. Sementara, menjelang dan selepas lebaran kawasan itu banyak dilintasi kendaraan. 


‘’Karena pengoperasian jalan tol ini masih sebatas fungsional. Masih setengah jadi,’’ jelasnya.(bel/fin/nas/JPG)

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore