Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 12 Februari 2017 | 10.15 WIB

Didemo, KIP Pidie Dituding tak Independen

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com - Di ujung masa kampanye Pilkada serentak 2017, massa pasangan calon (Paslon) bupati-wakil bupati Pidie nomor urut 2, Roni Ahmad (Abusyik) dan Fadhlullah TM Daud berdemo di depan kantor Komisi Independen Pemilihan (KIP) setempat, Sabtu (11/2).


KIP atau KPU Pidie ini dituding tidak independen dalam menyelenggarakan pesta demokrasi lima tahunan tersebut, karena bersikap diskriminatif terhadap jagoannya.


Dilansir dari Rakyat Aceh (Jawa Pos Group), massa juga menyebut KIP menzalimi pasangan yang mereka dukung dan memihak paslon tertentu. Dalam aksinya massa menuntut komisioner KIP menandatangani keputusan, memperbolehkan para pendukung Abu Syik memakai peci merah (kupiah mirah) saat hari pemilihan.


“KIP tidak lagi independen, mereka telah memihak satu Paslon, kami minta KIP Pidie menandatangani pernyataan agar kami bisa memakai kupiah mirah saat pemilihan nanti,” teriak orator menggunakan pengeras suara.


Di lokasi berbeda, calon wakil bupati Fadhlullah TM Daud menyebutkan alasan pihaknya menyebutkan KIP Pidie menzalimi pihaknya. Selain tidak memasang iklan pasangannya di media cetak dan elektronik, pihaknya juga tidak diikutkan dalam debat kandidat, Jumat (10/2).


“Kami telah dizalimi mereka. Sudah tidak adil dalam melaksanakan tugasnya, tidak dipasang iklan dan tidak diikutkan debat. Hal itu membuat kami merasa sangat rugi, informasi liar di kalangan masyarakat mengira kami telah mundur, padahal kami masih ada," jelasnya.


Sementara itu, Ketua Komisioner KIP Pidie, Ridwan membantah tudingan pihak Roni Ahmad-Fadhlullah TM Daud. Dia menegaskan KIP Pidie melaksanakan keputusan setelah melakukan kajian bersama dan sesuai PKPU. “Kami masih independen, kami laksanakan tugas seperti perintah dan keputusan bersama,” tegasnya.


Terkait sisa iklan yang tidak ditayangkan dan tidak diikutkan debat kandidat, itu merupakan bagian dari sanksi saat mereka melakukan penolakan atau walk out saat debat kandidat 10 Januari lalu. Debat kandidat berlanjut Jumat (10/2).


Ridwan menjelaskan, penundaan merupakan rekomendasi Panwaslih Kabupaten Pidie. "Sementara penundaan itu juga telah kami tanya kepada paslon nomor urut 1 dan 3, mengenai kelanjuutan acara," jelasnya.


Dia juga membantah telah mengusir pasangan Roni Ahmad-Fadhlullah TM Daud. "Kami sudah coba mediasi, bahkan lebih dari satu kali. Mengenai tidak diikutkan debat dan tidak diberikannya iklan di media cetak dan elektronik, bukan berarti mereka tidak ikut Pilkada, itu hanya bentuk sanksi pada mereka saat walk out dari debat silam,” ungkap Ridwan. (zia/mai/iil/JPG)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore