
Ilustrasi
JawaPos.com - Di ujung masa kampanye Pilkada serentak 2017, massa pasangan calon (Paslon) bupati-wakil bupati Pidie nomor urut 2, Roni Ahmad (Abusyik) dan Fadhlullah TM Daud berdemo di depan kantor Komisi Independen Pemilihan (KIP) setempat, Sabtu (11/2).
KIP atau KPU Pidie ini dituding tidak independen dalam menyelenggarakan pesta demokrasi lima tahunan tersebut, karena bersikap diskriminatif terhadap jagoannya.
Dilansir dari Rakyat Aceh (Jawa Pos Group), massa juga menyebut KIP menzalimi pasangan yang mereka dukung dan memihak paslon tertentu. Dalam aksinya massa menuntut komisioner KIP menandatangani keputusan, memperbolehkan para pendukung Abu Syik memakai peci merah (kupiah mirah) saat hari pemilihan.
“KIP tidak lagi independen, mereka telah memihak satu Paslon, kami minta KIP Pidie menandatangani pernyataan agar kami bisa memakai kupiah mirah saat pemilihan nanti,” teriak orator menggunakan pengeras suara.
Di lokasi berbeda, calon wakil bupati Fadhlullah TM Daud menyebutkan alasan pihaknya menyebutkan KIP Pidie menzalimi pihaknya. Selain tidak memasang iklan pasangannya di media cetak dan elektronik, pihaknya juga tidak diikutkan dalam debat kandidat, Jumat (10/2).
“Kami telah dizalimi mereka. Sudah tidak adil dalam melaksanakan tugasnya, tidak dipasang iklan dan tidak diikutkan debat. Hal itu membuat kami merasa sangat rugi, informasi liar di kalangan masyarakat mengira kami telah mundur, padahal kami masih ada," jelasnya.
Sementara itu, Ketua Komisioner KIP Pidie, Ridwan membantah tudingan pihak Roni Ahmad-Fadhlullah TM Daud. Dia menegaskan KIP Pidie melaksanakan keputusan setelah melakukan kajian bersama dan sesuai PKPU. “Kami masih independen, kami laksanakan tugas seperti perintah dan keputusan bersama,” tegasnya.
Terkait sisa iklan yang tidak ditayangkan dan tidak diikutkan debat kandidat, itu merupakan bagian dari sanksi saat mereka melakukan penolakan atau walk out saat debat kandidat 10 Januari lalu. Debat kandidat berlanjut Jumat (10/2).
Ridwan menjelaskan, penundaan merupakan rekomendasi Panwaslih Kabupaten Pidie. "Sementara penundaan itu juga telah kami tanya kepada paslon nomor urut 1 dan 3, mengenai kelanjuutan acara," jelasnya.
Dia juga membantah telah mengusir pasangan Roni Ahmad-Fadhlullah TM Daud. "Kami sudah coba mediasi, bahkan lebih dari satu kali. Mengenai tidak diikutkan debat dan tidak diberikannya iklan di media cetak dan elektronik, bukan berarti mereka tidak ikut Pilkada, itu hanya bentuk sanksi pada mereka saat walk out dari debat silam,” ungkap Ridwan. (zia/mai/iil/JPG)

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
Live Streaming PSS Sleman vs Garudayaksa FC Final Liga 2 dan Prediksi Skor: Trofi Bergengsi Menanti Pemenang!
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Prancis Hari Ini: Momentum Veda Ega Rebut Pole Position!
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
