Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 9 Februari 2017 | 04.04 WIB

Bareskrim Gagalkan Penyelundupan Bibit Lobster 

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com -  Bareskrim Mabes Polri dan Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan (BKIPM)   Mataram, Nusa Tenggara Barat   berhasil menggagalkan  penyelundupan  bibit lobster (benur) dengan tujuan Singapura.


Benur ini  hendak diselundupkan melalui Bandara Internasional Lombok (BIL). Petugas  menangkap tiga orang pelaku  masing-masing berinisial RD 33 tahun, JK 35 tahun dan HD 31 tahun. 


Dari informasi yang dihimpun Radar Lombok (Jawa Pos Group), penyelundupan ini digagalkan pada hari Senin (6/2) sekitar pukul 16.30 Wita. Lobster tersebut disimpan dalam tiga buah koper  kemudian disimpan dalam 34 bungkus kantong plastik dengan jumlah keseluruhan sekitar 19.594 bibit. 


Modusnya, lobster tersebut disimpan dalam sebuah plastik yang sudah diberikan spon. Kemudian plastik tersebut ditempatkan di dalam celana dan pakaian di ketiga koper pelaku. Informasinya, benih lobster jenis mutiara ini nantinya akan dijual seharga Rp 150 ribu per ekornya. Sehingga nilai ekonomis dari 19.594 bibit lobster yang akan di selundupkan ini adalah sekitar Rp 2,9 miliar.  


Penangkapan tiga pelaku ini hasil pengembangan oleh Bareskrim terhadap pelaku penyelundupan bibit lobster yang berada di Bali. Ketiga pelaku disebut-sebut Warga Negara Indonesia (WNI) dan berasal dari luar NTB. 


Untuk proses pemeriksaan lanjutan, ketiganya dilakukan upaya pendalaman oleh petugas. Ketiga pelaku  sudah dibawa ke Bareskrim Mabes Polri untuk diproses lebih lanjut. 


Kasubdit IV Ditreskrimsus Polda NTB AKBP I Komang Sudana membenarkan penangkapan ketiga orang ini dilakukan oleh Bareskrim Mabes Polri. Namun, dengan alasan masih pengembangan, ia menolak untuk memberikan keterangan lebih jauh. 


"Yang menangkap dari Bareskrim. Lebih jauhnya belum bisa disampaikan karena masih pengembangan,’ ’  ujarnya.



Sementara itu, Kepala BKIPM Kelas II Mataram Muhlin saat dikonformasi oleh media belum bersedia memberikan keterangan. Petugas keamanan setempat  hanya meminta media untuk menunggu saat  Muhllin akan dimintai konfirmasinya. Setelah ditunggu kurang lebih dua jam, dia tidak juga keluar memberikan konfirmasinya.(gal/nas/JPG)


Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore