Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 1 Februari 2017 | 10.55 WIB

Ada yang Janggal, Polisi Bongkar Kuburan SPG Rokok

Garis Polisi saat proses pembongkaran kuburan HRM, SPG yang  meninggal diduga akibat aborsi. - Image

Garis Polisi saat proses pembongkaran kuburan HRM, SPG yang meninggal diduga akibat aborsi.

JawaPos.com - Kematian HRM (23), salah seorang sales promotion girls (SPG) rokok yang ditemukan di Bukittinggi pada Jumat (6/1) lalu diyakini menyimpan misteri oleh aparat kepolisian dari Polda Sumbar.


Akibatnya petugas melakukan pembongkaran kuburan korban di Kompleks Buana Indah II, Balaibaru, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Selasa (31/1), untuk mencari penyebab kematiannya. Pembongkaran itu dilakukan oleh Tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) dan Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sumbar.


Upaya hukum itu membuat pihak orang tua korban jadi sedih. Apalagi saat ibu korban menyaksikan identifikasi jasad HRM. Sehingga Imur, 44, orang tua korban tidak bisa berkata menyaksikan pembongkaran makam itu.

Dia mengaku kondisinya lemah saat makam anak gadisnya tersebut dibongkar pihak kepolisian. “Saya lelah dan letih. Saya tidak mau diwawancarai keadaan saya lemah,” ujarnya sambil digotong pihak keluarga.


Syawal, 27, salah seorang keluarga korban berharap, kasus ini segera selesai dan pelakunya dapat dihukum seberat-beratnya atas perbuatannya. “Sama-sama di lihat keadaan ibu korban shock dan tidak bisa berkata apa- apa. Karena dia belum bisa menerima kepergian anak gadis satu-satunya,” sebutnya.


Sementara itu, Direskrimum Polda Sumbar Kombes Erdi A Caniago mengatakan, pembongkaran makam itu dalam rangka penyelidikan dan autopsi guna mengetahui penyebab kematian korban.


“Makamnya kita bongkar. Setelah itu kita ambil salah satu organ tubuhnya untuk kita bawa ke rumah sakit Bhayangkara Polda Sumbar guna penyelidikan selanjutnya,” ujar Kombes Erdi.


Dikatakannya, untuk hasilnya autopsi ini pihaknya belum bisa mengetahui.  Karena hasilnya baru akan keluar setelah berapa hari. Dan itu, merupakan wewenang rumah sakit dan laboratarium forensik (labfor). “Berapa hari mereka mengerjakannya. Yang jelas, makamnya dibongkar dan dilakukan otopsi di tempat,” ucapnya.


Untuk diketahui, HRM, seorang SPG salah satu perusahaan rokok ditemukan tewas di Kota Bukittinggi Jumat (6/1). Diduga kematiannya  akibat melakukan aborsi. Ditenggarai aksi nekat ini dilakukannya karena tak siap menikah. Polisi sudah menetapkan kekasih korban dan rekannya asisten apoteker sebagai tersangka dalam kasus ini. 


Dua tersangka tersebut masing-masing berinisial M, 32, yang tak lain kekasih korban. Dia ditangkap di depan Salapan Mart atau di dekat Novotel, Bukittinggi, Rabu (18/1) sekitar pukul 22.00 WIB. Kemudian polisi juga menangkap MC, 35, seorang asisten apoteker yang diduga sebagai penyedia obat aborsi ilegal. MC ditangkap di rumah sakit tempatnya bekerja, Jumat (20/1) sekitar pukul 10.00. (e/iil/JPG)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore