
TAK LAGI KUAT: Kondisi Dam Yani yang terletak di Desa Budugsidorejo, Kecamatan Sumobito, Jombang ambrol.
JawaPos.com- Diduga tak kuat menahan tingginya debit air, Dam Yani di Desa Budugsidorejo, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang, ambrol Rabu siang (25/1). Parahnya, pintu dam yang ambrol tersebut merupakan satu-satunya jalur irigasi yang digunakan petani di desa setempat.
Berdasar informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Jombang di lokasi, warga menyebutkan bahwa fondasi dam itu tergerus air sehingga geripis. Ketika aliran air cukup deras datang, pintu dam tersebut ambrol.
”Jadi, ambruk sekitar pukul 13.00 kemarin. Bagian bawah dam memang sudah berlubang. Ketika debit air sedikit naik, tidak kuat menahan dan ambrol,’’ ujar Karsono, penjaga Dam Yani.
Di antara 11 pintu air di Dam Yani, hanya satu pintu yang ambrol. Meski demikian, pintu tersebut dianggap paling krusial karena satu-satunya pintu yang dapat mengalirkan air ke sawah warga.
”Yang jebol hanya satu pintu. Tetapi, kondisi itu akan membuat warga desa setempat kesulitan irigasi,’’ imbuhnya.
Lelaki yang sudah tiga tahun bertugas menjaga Dam Yani itu merasakan bahwa akhir-akhir ini kondisi dam tersebut butuh perhatian serius. Terutama saat beberapa lubang mulai bermunculan di dinding pintu.
Menurut dia, ambrolnya dam yang memiliki panjang sekitar 50 meter itu tak hanya berdampak pada aliran irigasi. Hal itu juga mempengaruhi akses warga untuk menyeberang.
”Biasanya, petani maupun warga lewat dam ini. Bahkan, biasanya digunakan warga untuk melintas ke makam,’’ tuturnya.
Otomatis, dam tersebut kini tak bisa lagi digunakan. Warga harus memutar jalur ke desa dengan jarak yang cukup jauh. Jaraknya mencapai 2 kilometer. ”Otomatis, sekarang warga tidak bisa melintas,’’ imbuhnya.
Sejak Karsono mengetahui adanya beberapa lubang di dinding pintu Dam Yani, dia langsung melapor ke pihak terkait. Hanya, sampai dam tersebut ambrol, belum ada penanganan khusus. ”Mulai bermunculan lubang sudah lama dan saya sudah melapor ke pihak terkait. Katanya akan ditindaklanjuti ke Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas, tetapi belum pernah ditanggapi,’’ jelasnya.
Terkait ambrolnya Dam Yani, pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas Jawa Timur berjanji menindaklanjuti kejadian itu. Hanya, anggaran renovasi dam tersebut belum dibicarakan lebih jauh.
”Jadi, sebelumnya kami menerima informasi bahwa Dam Yani terputus sekitar pukul 12 siang. Setelah itu, kami langsung menindaklanjuti ke BPBD Jombang dan Mojokerto,’’ ujar Ekik Mulyadi, pengawas Operasi dan Pemeliharaan (OP) BBWS Brantas Jatim.
Dari hasil pantauannya, secara umum, dia menyimpulkan bahwa kondisi Dam Yani saat ini memang butuh perhatian. Dia menyatakan akan berkoordinasi dengan pihak terkait. Khusunya yang berkutat masalah pengairan. ”Kami akan meminta data elevasi dan debit air ke badan meteorologi untuk daerah Jombang maupun Mojokerto,’’ terangnya. (ang/nk/c21/diq)

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
Live Streaming PSS Sleman vs Garudayaksa FC Final Liga 2 dan Prediksi Skor: Trofi Bergengsi Menanti Pemenang!
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Prancis Hari Ini: Momentum Veda Ega Rebut Pole Position!
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
