
Ilustrasi
JawaPos.com - Empat orang oknum personel polisi yang berkolaborasi dengan dengan satu anggota TNI di Kabupaten Banyuasin, Sumatra Selatan (Sumsel) diringkus aparat polres setempat. Sebelum ditangkap, oknum yang disebut dengan Tim Gado-gado itu berencana akan melepaskan para bandara pengguna narkoba dengan meminta uang tebusan jutaan rupiah. Namun sebelum niat itu berlangsung, mereka sudah keburu tertangkap.
Oknum yang tertangkap pada Jumat (20/1), sekitar pukul 21.00 WIB itu adaah Aipda Rd, Aipda AA, Bripka Ev, Bripka Ar, dan Serka UB. Dua orang lagi, Rn (34) terduga bandar narkoba, dan Rz (56) pembeli narkobanya.
Infomasi yang dihimpun, penangkapan itu bermula dari Rz membeli sabu-sabu (SS) paket Rp 100 ribu kepada Rn. Keduanya warga Desa Tampang Baru, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Muba, sekitar pukul 16.00 WIB. Tiga puluh menit berselang, Rn ditangkap di rumahnya oleh lima oknum “tim gado-gado”.
Bergaya kasusnya akan dikembangkan, Rz dibawa untuk menangkap Rn di rumahnya. Rn yang merupakan ibu rumah tangga, bersama Rz kemudian dibawa mengendarai mobil Avanza merah maroon terpasang pelat nopol BG 602 N. Setelah dibawa berputar-putar, diduga Rz dan Rn dimintai uang Rp 50 juta jika ingin dilepas.
Tawar-menawar terjadi, hanya disanggupi angka Rp 20 juta. Keluarga dari Rn, sepakat menemui pelaku di Desa Peninggalan, Kecamatan Bayung Lencir, selepas Magrib. Namun rencana itu gagal. Tempat pertemuan diatur ulang pelaku, di perbatasan Kota Palembang dan Kabupaten Banyuasin.
Di bagian lain, Polres Banyuasin mendapat informasi ada dua warga Desa Tampang Baru, Kecamatan Bayung Lencir (Rz dan Rn), diculik. Dibawa ke arah Palembang, oleh pelaku yang mengendarai mobil Avanza marun nopol BG 602 RN.
Tim gabungan dari Satreskrim dan Satlantas Polres Banyuasin, serta Polsek Pangkalan Balai, melakukan pencegatan. Tepatnya di Jalintim Km 42, Kelurahan Mulya Agung, Kecamatan Banyuasin III. Akhirnya, sekitar pukul 21.00 WIB, mobil yang dicurigai muncul. Diduga sadar dihadang, mobil tersebut coba balik arah.
Polisi melepaskan tembakan, mengenai pintu kiri, mobil tersebut baru berhenti. Langsung saja ketujuh orang dalam mobil itu diamankan. Belakangan diketahui, lima di antaranya oknum aparat. Aipda AA, Bripka Ev, dan Bripka Ar berdinas di Polda Sumsel. Aipda Rd di polsek jajaran Polres OI dan Serka UB di Kodam II/Swj.
Lima oknum aparat itu, bersama Rz dan Rn, kemudian dibawa ke Mapolres Banyuasin untuk pemeriksaan sementara. Barang bukti yang disita saat itu, mobil Avanza maroon BG 602 RN. Namun diduga itu pelat nopol palsu, sebab didapati pula STNK dengan nopol BG 1101 PQ.
Lainnya, senpi revolver yang dibawa Bripka Ev dan dan Aipda Rd. Kemudian lima kartu tanda anggota (KTA) kelima oknum aparat itu, dan surat tugas Bripka Ev. Lalu bong dari botol larutan penyegar. Malam itu juga, kelima oknum aparat itu dibawa ke Palembang. Yang empat polisi ke Polda Sumsel, oknum TNI ke Denpom II/4 Palembang.
Kapolres Banyuasin AKBP Andri Sudarmadi menyatakan, bahwa kasus itu ditangani langsung oleh Polda Sumsel. "Polda yang menangani (kasus, red) tersebut," kata Andri, yang dilansir Sumatera Ekspres (Jawa Pos Group), Minggu (22/1).
Terpisah, Kapolsek Muara Kuang Iptu Zahirin, membenarkan jika Aipda Rd adalah anggotanya. Dia tidak menyangka karena kesehariannya Aipda Rd baik dan rajin berdinas. “Terkait kasus yang menjeratnya, semuanya kami serahkan kepada aparat penegak hukum,” ucapnya singkat, tadi malam.
Kapolda Sumsel Irjen Agung Budi Maryoto sendiri belum bisa berkomentar banyak. “Saya masih di LN (luar negeri). Nanti akan saya cross check,” tegasnya. (tim/ce2/iil/JPG)

Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Donald Trump Terjebak! Perang Iran Seret Presiden AS ke Krisis Politik dan Militer
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Profil Santyka Fauziah, Kekasih Sule yang Didoakan Nathalie Holscher Segera Menikah
Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
