
Katno ditemukan tewas setelah melukai urat nadi dengan pisau cater, kemarin.
JawaPos.com - Bersahabat tentu harus rela saling membantu. Seperti kisah Khamid dan Katno ini. Ketika Katno menderita penyakit komplikasi, Khamid pun tak segan membuka rumahnya untuk sahabatnya ini. Namun, ternyata justru berakhir tragis. Seperti apa kisahnya?
Siang itu, Katno, 52, bertandang ke rumah sahabatnya Khamid di Desa Cangkring, Jatiroto. Tidak ada tanda-tanda kalau momen kali ini merupakan pertemuan terakhir dua sahabat ini. Kepada teman karibnya ini, Katno sempat bercerita baru keluar dari rumah sakit setelah dirawat beberapa hari karena penyakit komplikasi dan ginjal. Dia pun sempat mengeluh dan mulai frustasi menghadapi beban hidupnya.
Untuk menenangkan diri, Katno pun meminta izin Khamid ingin menginap di rumahnya. Karena kedekatannya ini, Khamid pun tak keberatan dan mempersilakan temannya yang berprofesi sebagai sopir asal Dusun Jatirejo, Desa Jatisari, Kecamatan Jatisrono, ini bermalam.
Senin pagi (16/1), Khamid pamit kepada Katno untuk pergi mengurus ladangnya. Saat itu Katno ditinggal sendiri di rumah. Namun, sebelum pergi, dia sudah menyiapkan ember kecil di dekat tempat tidur Katno. Ini untuk memudahkan bila sewaktu-waktu akan buang air kecil. Karena selama ini dia mengalami kendala itu setelah ginjalnya bermasalah.
Lalu, sekitar pukul 15.30, Khamid pulang dari ladang. Namun, dia langsung terkejut begitu melihat sahabatnya itu duduk di kursi dengan tangan kiri di balut dengan sarung dan ada darah di bawah kursi. Takut terjadi apa-apa, Khamid lalu memanggil tetangganya Yadi, untuk menjaga korban, sementara Khamid memanggil kepala desa setempat.
“Kepada desa dan warga sempat membujuk korban agar mau dibawa ke rumah sakit. Tapi dia menolak karena merasa hidupnya sudah tidak berguna lagi. Akhirnya warga lapor polisi,” kata Paur Humas Polres Wonogiri Aipda Iwan Sumarsono mewakili Kapolres AKBP Ronald R Rumondor, Selasa (17/1).
Polisi yang menerima laporan lantas menuju ke tempat kejadian. Namun, korban telah meninggal dunia saat polisi sampai di rumah Khamid. Polisi lalu melakukan olah tempat kerjadian perkara (TKP) dan melakukan visum. Diduga kuat, korban mengakhiri hidupnya dengan memotong urat nadi pergelangan tangan kirinya dengan menggunakan pisau cutter.
“Setelah melakukan visum, jenazah korban lalu diserahkan kepada pihak keluarga. Satu buah pisau carter gagang warna merah dan sebuah sepeda motor Honda GL 100 tanpa plat nomor diamankan sebagai barang bukti,” katanya.
Dari keterangan saksi Khamid, korban mengeluh sudah tidak ada siapa-siapa karena seluruh keluarganya sudah tidak mau menerimanya lagi. Hal itu dikarenakan korban semasa mudanya sering menganiaya terhadap istri, anak, dan orang tuanya. (kwl/bun)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027, Tuan Rumah Dilarang Kalah!
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche: Comeback The Blue and Whites di La Liga Bakal Sengit!
Prediksi Skor Pisa vs Empoli di Coppa Italia: Azzurri Bisa Menang Lewat Adu Penalti!
Prediksi Skor Palermo vs Lecce di Coppa Italia, Inzaghi Siap Bikin Kejutan
Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Liga Champions: Skuad Modri Datang dengan Modal Bagus!
BEM UI dan Puluhan Aliansi Mahasiswa Bakal Gelar Demo Besar di Bundaran HI Besok, Ini 8 Tuntutannya
Prediksi Skor Cremonese vs Sampdoria di Coppa Italia, Optimisme Marco Giampaolo
Prediksi Levski Sofia vs AEK Athens: Misi Besar Tuan Rumah Kembali ke UCL Usai Absen 2 Dekade
Rela Kesampingkan Urusan Pribadi, Perjuangan Ibu Atlet Sepak Bola Masa Depan Indonesia
Prediksi Skor Thailand vs Singapura di Semifinal Piala AFF 2026, Gajah Perang Unggul Agregat 3-1
