Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 18 Januari 2017 | 22.53 WIB

Kondisi Kelas Darurat pun Rawan Ambruk

AMBRUK: Kondisi SDN Randuwatang, Kecamatan Kudu, Kabupaten Jombang. - Image

AMBRUK: Kondisi SDN Randuwatang, Kecamatan Kudu, Kabupaten Jombang.


JawaPos.com- Ancaman atap ambruk masih menghantui siswa SDN Randuwatang di Kecamatan Kudu, Jombang. Kondisi ruangan yang dipakai proses belajar-mengajar (PBM) secara darurat pun rawan. Saat ini ruangan tersebut ditempati sedikitnya sepuluh siswa kelas I.



Subedjo, Kepala SDN Randuwatang, menyebutkan bahwa ruangan yang kini ditempati siswa kelas I berada satu deret gedung dengan ruang kelas yang ambruk. ”Satu gedung ada tiga ruangan. Dari selatan kelas I, kelas II, dan kelas III,” katanya. Sebelumnya, ruangan yang ditempati siswa kelas I adalah milik kelas III.



Kondisi atap ruangan tersebut hampir sama dengan ruang kelas II yang saat ini dikosongkan dan kelas I yang ambruk. Atap plafon mulai melengkung. Kondisi sama juga terlihat di ruang kelas V dan IV di sebelah ruang guru.



”Siswa kelas II menempati ruang yang sebelumnya berfungsi sebagai musala. Sementara itu, siswa kelas III digabung dengan kelas IV karena jumlah siswa dua kelas ini sedikit,” tambah Subedjo.



Pihaknya menyatakan, meski yang ambruk hanya ruang kelas I, siswa kelas II tetap dipindah ke ruangan lain. ”Khawatir ikut ambruk seperti ruang kelas I. Sebab, tiga ruangan ini satu deret gedung,” ujarnya. Meski kondisinya hampir sama dengan dua ruangan sebelumnya, pihak SDN Randuwatang tetap membawa siswa kelas I ke ruangan tersebut.



Alasannya, tidak ada ruangan lagi yang bisa digunakan sebagai sarana alternatif proses belajar-mengajar. ”Kami menerima info, pencairan dana bantuan akan dipercepat. Kemarin bapak Kadispendik menyampaikan langsung supaya gedung yang rusak segera diperbaiki,” katanya.



Terkait ambruknya atap di ruang kelas I, Subedjo tak bisa memberikan banyak penjelasan. Yang dia tahu, renovasi gedung yang ambruk dilakukan pada 2009.



”Saya baru masuk di sekolah ini semester lalu. Jadi, tidak tahu banyak. Yang saya ketahui, dana renovasi bersumber dari DAK (dana alokasi khusus),” terangnya.



Sementara itu, beberapa siswa berharap gedung yang rusak segera diperbaiki. Mereka mengaku takut meski sudah menempati ruang kelas baru. Selain itu, menempati ruangan baru, menurut mereka, bisa mengurangi konsentrasi saat belajar. ”Karena di sini tidak enak,” ungkap Mellani, salah seorang siswa kelas I SDN Randuwatang.



Minggu malam kerangka atap SDN Randuwatang yang lapuk di salah satu kelas ambruk. Untung, saat kejadian, tidak ada siswa di dalam ruangan. (mar/bin/c21/diq)






Editor: Miftakhul F.S
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore