Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 3 Desember 2016 | 10.28 WIB

Geramnya Kepala Desa Pada Prostitusi Berkedok Panti Pijat

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com DELI SERDANG - Kepala Desa Manunggal, Muklisin, sangat geram dengan keberadaan dengan lokasi prostitusi yang berkedokan dengan panti pijat.



Dia memberikan waktu hingga akhir tahun ini para pemilik panti pijat untuk membongkar tempat usahanya.



Bila tidak dia bersama warga Raya Desa Manunggal Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut) akan bertindak lebih keras.



Dikatakan Muklisin, warga sudah lama mengeluhkan keberadaan panti pijat esek-esek. "Kita sudah ingatkan pemiliknya untuk segera menutup usahanya. Ini menindak lanjuti keresahan warga," ujarnya yang dilansir Sumut Pos (Jawa Pos Group), Sabtu (3/12).



Diakuinya, kebanyakan tempat prostitusi berkedok panti pijat di wilayah Desa Manunggal, tidak mengantongi izin usaha dari pemerintah kabupaten (Pemkab) Deliserdang.



Bahkan, wanita pekerjanya didatangkan dari luar daerah. "Untuk jumlahnya saya tidak ingat pasti. Tapi, yang jelas tidak ada izinnya," jelas, Mukhlisin.



Mukhlisin menegaskan, jika hingga pertengahan Desember lokasi usaha tersebut masih tetap beroperasi, maka aparatur desa bersama muspika serta petugas terkait lainnya akan turun dan melakukan penutupan paksa.



"Pastinya kita beri tenggat sampai pertengahan Desember 2016. Setelah itu dilakukan pengecekan ke lapangan, untuk selanjutnya ditertibkan," katanya. (rul/ila/iil/JPG)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore