
Suasana duka menyelimuti saat jenazah korban Trigana Air diserahkan kepada keluarga.
JawaPos.com--Tim Disaster Victum Identification (DVI) Mabes Polri berhasil mengidentifikasi 13 jenazah korban musibah jatuhnya pesawat ATR 42-400 Trigana Air PK-YRN di Pegunungan Bintang, Minggu (16/8) lalu. Jenazah-jenazah tersebut berhasil diidentifikasi dengan cara pemeriksaan DNA.
Dua di antaranya adalah kru pesawat yaitu Ika Nugraini Sukma Putri (pramugari) dan teknisi Mario Reso Buntoro. Ketigabelas jenazah korban musibah jatuhnya pesawat Trigana Air ini langsung diserahkan oleh Polda Papua kepada pihak keluarga di halaman Dokkes Polda Papua di samping RS Bhayangkara Polda Papua di Kotaraja, Senin (14/9).
Dari pantauan Cenderawasih Pos (Jawa Pos Grup), penyerahan jenazah ini diselimuti suasana duka. Sejumlah anggota keluarga korban yang hadir tampak bercucuran air mata.
Kapolda Papua, Irjen Pol Paulus Waterpauw mengatakan dengan teridentifikasinya 13 jenazah oleh Tim DVI mabes Polri, maka masih ada 14 jenazah yang belum teridentifikasi.
Identifikasi terhadap 14 jenazah menggunakan pemeriksaan DNA menurut Waterpauw, masih terus dilakukan oleh Tim DVI Mabes Polri.
Oleh sebab itu, ia meminta pihak keluarga untuk bersabar menunggu hasil identifikasi tersebut. “Proses identifikasi terhadap 14 jenazah masih terus dilakukan,” jelas Waterpauw saat memberikan keterangan pers di kantor Dokkes Polda Papua.
Sebelumnya diberitakan, pesawat Trigana Air jenis ATR 42 dengan nomor registrasi PK-YRN jurusan Jayapura-Oksibil hilang kontak dengan menara kontrol Bandara Oksibil.
Kemudian dikonfirmasi bahwa pesawat penumpang tersebut jatuh setelah menabrak Gunung Tangok di Kabupaten Pegunungan Bintang, Minggu, (16/8) . Pesawat itu ditumpangi 54 orang. Sebagian jenazah sebelumnya telah diidentifikasi. (jo/nat/jpg)

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
