
BUKAN REPLIKA: Pengunjung menyaksikan koleksi pameran purbakala di Museum Nasional Indonesia kemarin (22/12). (HILMI SETIAWAN/JAWA POS)
JawaPos.com – Pameran purbakala di Museum Nasional Indonesia (MNI) atau Museum Gajah menyedot animo masyarakat. Sebab, untuk kali pertama, pameran itu menghadirkan sejumlah fosil asli manusia purba.
Pameran purbakala di MNI itu bertajuk Indonesia, The Oldest Civilization on Earth? 130 Years After Pithecanthropus Erectus. Sesuai dengan judulnya, pameran tersebut digelar untuk memperingati 130 tahun ditemukannya fosil manusia purba Pithecanthropus erectus.
Salah satu koleksi unggulan dan menjadi sorotan dalam pameran itu adalah tengkorak Homo erectus yang dikenal sebagai S-17. Koleksi tersebut merupakan fosil Homo erectus paling lengkap di dunia.
Selain koleksi manusia purba, ada juga temuan fosil fauna purba. Misalnya, Mastodon dan Stegodon. Fosil fauna itu dipajang untuk memperkaya narasi tentang ekosistem awal Nusantara di masa lampau.
Pameran purbakala itu dibuka mulai 21 Desember 2024 sampai 20 Januari 2025. Pameran tersebut menghadirkan koleksi dari sejumlah museum. Yaitu, Museum Geologi Bandung, Situs Sangiran, Museum Mpu Tantular, Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN), dan lainnya. Pameran dibuka langsung secara resmi oleh Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon pada Jumat (20/12) malam.
BUKAN REPLIKA: Pengunjung menyaksikan koleksi pameran purbakala di Museum Nasional Indonesia kemarin (22/12). (HILMI SETIAWAN/JAWA POS)
Fadli Zon menekankan pentingnya peran Indonesia sebagai salah satu pusat evolusi dan adaptasi manusia purba di dunia. ”Sebaran fosil manusia purba di Indonesia menempatkan Nusantara sebagai salah satu pusat adaptasi dan evolusi hominin awal,” katanya. Hal itu menjadi bukti bahwa Indonesia adalah ruang hidup manusia purba yang terus bertahan. Mencerminkan kemampuan mereka yang luar biasa untuk beradaptasi dengan perubahan lingkungan yang dinamis.
Politikus Gerindra itu menyampaikan, penemuan fosil-fosil manusia purba di Indonesia memberikan perspektif baru. ”Narasi ini menegaskan bahwa Nusantara adalah titik awal penting dalam bab besar evolusi manusia,” katanya.
Dia juga antusias karena pameran itu menghadirkan sejumlah fosil asli. ”Biasanya replika,” katanya. Dia mengatakan, pameran tersebut menunjukkan bahwa Nusantara, khususnya Pulau Jawa, merupakan pusat peradaban manusia purba.
Di antaranya, dengan fakta bahwa 60 persen fosil Homo erectus ditemukan di Jawa. ”Indonesia adalah rumah Homo erectus,” tuturnya. Menurut Fadli, ditampilkannya fosil fauna juga menunjukkan adanya habitat yang kompleks di masa lampau. (wan/c6/oni)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022