Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 21 Agustus 2023 | 13.31 WIB

Konsep Modern Industrial di Maison de Vir: Vibe Abu-Abu, Hitam, dan Kayu ala Kedai Kopi Favorit

Tampak depan - Image

Tampak depan

Inspirasi konsep rumah tinggal sering kali berasal dari hal-hal yang personal. Bisa dari hobi, profesi, atau tempat favorit sang pemilik rumah. Misalnya, Maison de Vir yang mengadopsi vibe salah satu kedai kopi kenamaan.

ELEMEN industrial berpadu desain Scandinavian terasa pada fasad Maison de Vir. Tone warna abu-abu dari dinding yang dicat dengan teknik washed paint menghasilkan look seperti dinding semen ekspos. Ditambah nuansa tropis dari hijaunya tanaman yang seolah menyapa dengan ramah.

Maison de Vir dibuat memanjang sesuai kebutuhan. Rumah tinggal yang dihuni Licu, suami, dan ayah mertua itu memiliki luas bangunan 192 meter persegi dengan luas area sekitar 242 meter persegi dari luas lahan keseluruhan 1.210 meter persegi.

Dari sisi samping tak kalah menarik. Dinding lantai 2 diberi lapisan spandeks. Sedangkan sisi bawahnya dipenuhi tanaman lee kuan yew menjuntai.

Master bedroom

Rumah tersebut tidak memiliki ruang tamu. Terinspirasi pengalaman tinggal di Jepang, dari pintu masuk langsung disambut genkan khas rumah tradisional Jepang. Perpanjangan genkan terdapat lorong dengan ruang di sisi kiri-kanannya. Ada ruang penyimpanan, garasi, laundry room, kamar, toilet tamu tepat bawah tangga, dan area semi-outdoor.

Keberadaan taman dalam rumah memberikan sirkulasi udara yang baik. Atapnya terbuka, tapi dilapisi sekat tipis agar hewan dari luar tidak bisa masuk. ”Karena kebutuhan ruangnya banyak, jadi dibuat lorong. Supaya lebih beraroma Jepang juga karena dulu aku sempat belajar di sana, sekolah masak,” imbuhnya.

Antara lorong dan ruang utama dibatasi sekat kaca sehingga terkesan luas. Area tengah itu menyatukan ruang keluarga, dapur, dan area makan. ”Aku dan suami sama-sama hobi masak. Jadi, dapur ini spot favorit kami. Keluarga lain nonton TV, kami masak,” ungkapnya.

Dapur

Interior Maison de Vir masih menggunakan tone warna bumi cenderung gelap seperti abu-abu, cokelat tua, dan hitam. Dindingnya juga masih semen ”ekspos”. Ceiling di area ruang keluarga tampil unik dengan HPL motif kayu yang diberi nat hingga menyerupai wood plank. ”Pemilihan warna memang suka dark tone yang androgini dan aku suka banget aksen kayu,” ujarnya.

Pada sisi dining room, terdapat meja dan kursi makan bergaya rustic. Di belakangnya ada lemari kaca tempat memajang tumbler, buku resep dan buku arsitektur. Serta, ditambah lampu ambience yang menambah kesan dramatis saat malam hari.

Licu menuturkan, ruang tengah yang merupakan ”jantung rumah” tersebut secara spesifik terinspirasi dari kedai kopi kesukaannya. ”Inspirasinya memang dari Starbucks Pakubuwono, Jakarta Selatan, tempat ngopi favorit aku. Vibe-nya hangat dan nyaman,” ungkapnya. Itu pula yang Licu sampaikan ketika berdiskusi dengan arsitek Gaguk Nugraha yang merancang rumah tersebut.

Ruang makan

Beralih ke lantai 2. Ada ruang hobi dan master bedroom. Kamar tidur berukuran 5 x 4 meter itu memiliki tinggi sekitar 5 meter ke langit-langit. Material ceiling-nya sedikit berbeda dengan di lantai bawah. Yaitu, rangka gipsum yang ditempel lembaran PVC motif kayu.

Kamar tidur utama itu terhubung dengan ruang wardrobe, walking closet, dan master bathroom dengan bathtub. Sedikit berbeda dengan lantai bawah yang lebih temaram, kamar tidur utama mendapatkan pencahayaan cukup banyak dari jendela atas dan sekat kaca pembatas balkon. Di balkon, bisa menikmati pemandangan sejuk dari taman belakang yang hijau. (lai/c7/nor)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore