
PRIVASI TERJAGA, SIRKULASI: Rumah ini menggunakan banyak material ekspos. Mulai roster, bata, hingga dinding semen. (Wiyoga Nurdiansyah for Jawa Pos)
Memanfaatkan iklim tropis dengan cahaya matahari dan angin yang berlimpah, ETH House mengaplikasikan material yang memungkinkan rumah tetap leluasa ”bernapas”. Vent block dan bata ekspos mendominasi wajah bangunan.
---
PENGGUNAAN vent block atau roster tersebut punya fungsi dobel. Udara dengan leluasa melewati lubang-lubangnya sekaligus tetap memberikan privasi bagi penghuni. ”Roster ini ibarat kulit kedua fasad. Dari dalam masih mendapat view luar, angin pun bebas mengalir,” papar Wiyoga Nurdiansyah.
Principal Wiyoga Nurdiansyah Architects tersebut melanjutkan, poin berikutnya adalah bagaimana agar ”kulit kedua” itu tetap estetis. Tidak sekedar dipasang begitu saja, tapi diputar sekian derajat agar look-nya berbeda ketika dilihat dari sisi yang berbeda pula.
ETH House terdiri atas dua massa bangunan yang ”terpisah”. Rumah utama berada di sisi kiri, di kanannya area servis dan ruang asisten. Masing-masing punya privasi. Hal itu membawa kenangan ke era arsitektur rumah-rumah Belanda zaman dulu dengan paviliun yang terpisah.
Photo
PRIVASI TERJAGA, SIRKULASI: Rumah ini menggunakan banyak material ekspos. Mulai roster, bata, hingga dinding semen. (Wiyoga Nurdiansyah for Jawa Pos)
Untuk rumah yang dibangun di lahan hook ini, Yoga –sapaan akrab Wiyoga– menempatkan entrance melalui lorong di samping carport. Yaitu, melewati pintu dari material besi perforated. ”Idenya sama, material dengan lubang-lubang itu membuat sirkulasi udara makin lancar,” urai Yoga.
Sebab, menurut dia, rumah tropis sejatinya adalah rumah yang bernapas. ”Kita ulang kembali ide-ide arsitektur yang dulu dipakai dan sudah bagus, tapi dengan material baru,” paparnya. Di antaranya, vent block dan perforated metal yang cukup kuat meski terkena hujan dan matahari.
Dari pintu tersebut, terlihat dinding semen ekspos. ”Kalau pengerjaannya rapi, lurus, dan rata, nggak dicat pun sudah bagus,” ujar Yoga. Proses pengerjaan dan keterampilan tukang jadi penentu. Finishing ibarat ”make-up”. Bata pun dibiarkan ekspos.
Baca juga: Hunian Ria Papermoon-Iwan Effendi, Ada Pintu dan Jendela di Mana-Mana
Kusen menggunakan aluminium. Untuk pintu, Yoga memakai kayu solid dengan open pore black coating. Dengan begitu, tekstur urat-urat kayunya masih terasa. Hal yang sama diterapkan untuk furnitur di dapur, meja, dan lainnya.
Perpaduan warna hitam dan warna natural pada bahan yang digunakan menjadi satu kesatuan dengan gaya unfinished yang diaplikasikan.
Photo
DOMINAN HITAM: Area dining room dengan bukaan menuju taman di sisi kiri-kanan. (Wiyoga Nurdiansyah for Jawa Pos)
Dining room dengan sliding door kaca diapit inner court serta taman di sisi hook. Hal itu menjadikan sirkulasi udara amat baik sehingga tak perlu AC pada area tersebut.
LIVING ROOM DI MEZANIN
Jika di lantai bawah merupakan area makan dan minibar, ruang TV berada di mezanin. Tamu disambut di ruang makan. Kalau ingin nonton, baru naik ke atas. Meski beda lantai, antara dining room dan living room masih terasa sebagai satu kesatuan ruang.
ROOF GARDEN
Dari area living room, ada jembatan dengan dinding kaca menuju atap bangunan di sisi kanan (area servis). Terdapat bangku kayu dan banyak planter box, menjadikan area itu sebagai teras kedua yang segar.
TANGGA ”MELAYANG”
Photo
Tangga melayang yang ringan. (Wiyoga Nurdiansyah for Jawa Pos)
Tangga menggunakan bahan expanded metal, berkesan ringan dan menghasilkan tampilan floating stairs.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
