alexametrics

Sentuhan Jepang di Rumah Sehat Modern: Fasad Tegas, Interior bak Resor

7 Februari 2021, 19:13:59 WIB

Wajah rumah nan kukuh membalut ruangan-ruangan yang lapang dan terang. Konsep rumah modern ala Jepang menjadikan hunian terlindung dan berfungsi maksimal, tanpa menghilangkan suasana homey.

SIMPEL dan modern. Dua kata itu mewakili konsep rumah yang diinginkan klien Yohanes I. Limandjaya dua tahun lalu. Arsitek yang berbasis di Surabaya tersebut menceritakan, klien menginginkan hunian low-maintenance. ”Dia ingin rumah ’bersih’. Di taman enggak mau ada rumput karena susah merawatnya,” ungkapnya.

Yohanes menjelaskan, ketika menangani proyek, dirinya baru saja berpelesir dari Jepang. Konsep modern itu pun dia kombinasikan dengan gaya arsitektur khas Negeri Sakura tersebut. Dari luar, fasad tampil tegas dan kukuh. Materialnya pun solid –didominasi concrete, kayu, dan baja. Area luar itu juga terintegrasi dengan sensor sistem keamanan.

BERMANDI CAHAYA: Teras samping dipercantik taman kering berisi bonsai. (PUGUH SUJIATMIKO/JAWA POS)

Di dalam pagar, barulah suasana homey terasa. Teras samping disulap menjadi ruang berkumpul. ”Owner rumah sering nongkrong. Jadi, dia minta ruang publiknya lapang,” lanjut Yohanes. Dia menjelaskan, peneduh teras dibuat dengan material canggih. Para-para yang digunakan berupa bilah kayu olahan sekam bakar.

Baca juga: Filosofi Fasad Tiga Segi Tiga di Rumah Naganara

”Bahannya kuat, ringan, tahan cuaca, dan api. Namun, dari segi harga, relatif mahal,” paparnya alumnus Universitas Kristen Petra Surabaya itu. Teras samping dipermanis taman kering yang dipadukan bonsai, khas zen garden.

(PUGUH SUJIATMIKO/JAWA POS)

Area itu terhubung langsung dengan ruang keluarga dan dapur kering. Dengan demikian, daya tampungnya lebih luas. Yohanes menjelaskan, proyek J House tak menuntut kebutuhan ruangan yang njelimet. Ruang privat dipusatkan di lantai 2 –yang terdiri atas living room, kamar utama, dua kamar anak, serta satu kantor mini.

Highlight ada pada kamar utama. Yohanes dan desainer interior Valdy Wijaya menyulap area yang luasnya nyaris separo lantai 2 itu bak vila. ”Kamar ini paling luas karena kamar owner yang sebelumnya sempit. Cuma seluas kamar kos,” ungkap Yohanes. Ruangan itu ditata menarik dengan konsep mirip maze.

BERMANDI CAHAYA: Master bedroom dilengkapi kamar mandi utama dengan material granite tile yang desainnya bikin betah. (PUGUH SUJIATMIKO/JAWA POS)

Bagian masuk menyerupai lorong –yang dinding kayunya disulap menjadi lemari– dengan finishing senada lantai. Saat akan menuju kamar mandi dalam, ada ”lorong” berupa rak penyimpanan. Suasana resor menyapa lewat cahaya matahari yang leluasa masuk, material granite tile, hingga tanaman indoor.

Desainer interior Valdy Wijaya menguatkan suasana homey lewat tata lighting yang cermat. Misalnya, tambahan lampu di bawah dan dinding sisi tangga untuk menonjolkan siluet. Di kamar utama, pencahayaan membuat ruangan terasa hangat. Ruangan pun megah tanpa berlebihan.

BERMANDI CAHAYA: Master bedroom dilengkapi kamar mandi utama dengan material granite tile yang desainnya bikin betah. (PUGUH SUJIATMIKO/JAWA POS)

J HOUSE

  • Arsitek: Yohanes I. Limandjaya
  • Desainer interior: Valdy Wijaya
  • Luas tanah: 280 m2
  • Luas bangunan: 340 m2
  • Lokasi: Wadung Asri, Waru

 

Saksikan video menarik berikut ini:

 

Editor : Ilham Safutra

Reporter : fam/c12/nor




Close Ads