alexametrics

Bata Interlock sebagai Filter Cahaya

5 September 2021, 19:40:03 WIB

Hunian tersebut berdiri di lahan kawasan perkotaan yang cukup panas. Maka, pengaturan sirkulasi yang baik menjadi kebutuhan utama. Apalagi, rumah menghadap ke barat di mana sinar matahari terasa terik saat sore hari.

PEMILIK membeli rumah dalam keadaan sudah jadi. Sayangnya, desain yang dibuat oleh developer kurang mengakomodasi pengaturan sirkulasi, terutama untuk menyaring limpahan sinar matahari saat sore. Arsitek Ivan Eldo merenovasi beberapa bagian rumah seluas 164 meter persegi tersebut.

Salah satu perubahan yang paling besar adalah bagian fasadnya. Awalnya, rumah itu memiliki banyak pintu dan jendela kaca pada bagian depannya. Ivan menilai hal tersebut membuat cahaya matahari masuk terlalu banyak ke dalam rumah. Akibatnya, rumah menjadi panas, terutama saat sore hari. Ivan mengakalinya dengan menciptakan layer baru di muka bangunan.

Yakni, berupa dinding bata yang ditata bersilang hingga menciptakan pori-pori. Dengan cara itu, Ivan tidak perlu banyak mengubah bangunan asli. Namun, di sisi lain, dinding tersebut mampu menyaring sinar matahari yang masuk sekaligus tempat sirkulasi udara.

”Jadi, sebetulnya itu ibarat wajah sesorang, cuma ditambahin ’topeng’. Di balik topeng tidak ada bangunan yang diubah, kecuali pintu masuk utama dan jendela,” terang founder STUDIE Architecture & Interior Design Studio itu kepada Jawa Pos Selasa (31/8).

Editor : Ilham Safutra

Reporter : adn/c13/nor

Saksikan video menarik berikut ini:




Close Ads