
Bangunan di daerah Arab atau Timur Tengah.
JawaPos.com – Masyarakat di tanah Arab atau Timur Tengah kerap mendesain rumah mereka berbentuk kotak, tanpa genteng, dan berwarna cokelat.
Bukan tanpa alasan, rumah kotak dengan warna cat cokelat muda memiliki fungsi dan makna tersendiri bagi penghuninya. Hal yang mendasar adalah, letak negara Arab memiliki suhu iklim yang cenderung panas dan jarang mengalami hujan. Selain itu ada budaya Arab.
Berikut ini beberapa alasan mengenai rumah Arab yang didesain kotak tanpa genteng dan berwarna cokelat seperti dilansir Jawa Pos Radar Tuban pada Sabtu (27/1).
1. Desain Kotak dan Tertutup untuk Melindungi Privasi
Rumah-rumah di Jazirah Arab memiliki konsep kotak dan tertutup. Desain rumah seperti itu dipilih agar privasi penghuninya terjaga. Sebagaimana diketahui bahwa mayoritas orang Arab merupakan umat Muslim yang memiliki aturan untuk menjaga aurat bagi perempuan maupun laki-laki.
Di Arab, sebuah rumah bisa berupa bangunan satu ruangan atau multiruangan. Hal itu disesuaikan kebutuhan pemiliknya. Dalam rumah satu ruangan, area kamar tidur sering dipisahkan dari bagian lainnya dengan menggunakan tirai.
2. Desain Rumah tanpa Genteng
Rumah-rumah di Arab didesain tanpa menggunakan genteng, seperti rumah-rumah di Indonesia pada umumnya. Mereka tidak menggunakan atap yang miring dan lebih memilih menggunakan atap datar nan tinggi.
Biasanya bangunan bagian atas atau atap dimanfaatkan sebagai tempat bersantai di sore hari ataupun untuk menjemur barang-barang. Desain tersebut juga untuk memperlancar sirkulasi udara, sehingga membuat udara di dalam rumah terasa lebih sejuk.
3. Dinding dari Tanah Liat dan Warna Cat Cokelat Muda Mendominasi
Dinding-dinding pada rumah Arab cenderung berwarna cokelat muda. Pemilihan warna tersebut bukan hanya untuk desain semata, melainkan berfungsi sebagai pelindung dari cuaca panas dan kering.
Alasan lain penggunaan warna cokelat muda seperti warna tanah liat untuk melindungi rumah dari debu agar tidak mudah kotor. Seperti yang diketahui, Jazirah Arab memiliki banyak gurun pasir sehingga sering terjadi badai pasir
Sementara itu, dinding-dinding di sana memiliki ketebalan dan tinggi dengan bahan dasar tanah liat. Dinding dari tanah liat diketahui dapat menyerap panas saat siang hari dan menghangatkan saat malam hari.
Selain itu, dinding yang tebal berfungsi memperkuat bangunan. Hal itu cocok digunakan di Arab yang memang terkenal dengan anginnya yang kencang.
4. Sebagai Perwujudan Budaya Arab

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
