JawaPos.com - WhatsApp, platform perpesanan instan milik Meta, sedang bersiap menawarkan perpesanan lintas platform. Artinya, pengguna WhatsApp akan segera dapat berkomunikasi langsung dengan pengguna aplikasi seperti Telegram atau Signal.
Selama dua tahun terakhir, WhatsApp memang diketahui telah mengembangkan solusi teknis untuk integrasi tersebut. Sembari, WhatsApp berusaha memastikan standar enkripsi ujung ke ujung yang ketat tetap diterapkan.
Meskipun perubahan ini menawarkan pilihan perpesanan yang lebih banyak, hal itu tidak sepenuhnya merupakan ide WhatsApp. Ini lebih merupakan pembatasan bagi perusahaan, setidaknya saat ini, karena undang-undang Uni Eropa (UE) baru-baru ini menetapkan Meta sebagai “penjaga gerbang” teknologi, yang mewajibkan WhatsApp untuk membuka platform komunikasinya dalam batas waktu enam bulan.
WhatsApp sekarang menguraikan bagaimana interoperabilitas perpesanan ini akan berfungsi seiring dengan semakin dekatnya tenggat waktu. Awalnya, fokusnya adalah pada fitur-fitur dasar seperti pertukaran teks, gambar, video, pesan suara, dan file antar individu.
Fitur yang lebih canggih seperti panggilan dan obrolan grup akan diluncurkan nanti. Namun yang lebih penting, pengguna harus secara aktif ikut serta dalam pengiriman pesan lintas platform ini untuk menghindari potensi “spam dan penipuan” kata Dick Brouwer, direktur teknik di WhatsApp.
Pengguna yang ikut serta dalam layanan ini akan melihat percakapan yang diterima dari platform lain di bagian “obrolan pihak ketiga” terpisah dalam WhatsApp.
Demikian pula, aplikasi perpesanan yang ingin terhubung dengan WhatsApp harus menandatangani perjanjian dan mematuhi ketentuan Meta. Jadi, tentu akan memakan waktu untuk sepenuhnya mengimplementasikan fitur ini, namun rencana detailnya diharapkan terjadi pada bulan Maret.
Tujuan interoperabilitas cukup jelas, yakni membuat pengguna tidak perlu berpindah-pindah aplikasi untuk tetap terhubung dengan orang-orang, apa pun platform perpesanan pilihan mereka.
Idealnya, ini bisa berarti mengobrol antara WhatsApp dan Telegram atau Signal, atau bahkan iMessage. Namun, tantangan teknis dan keamanan dalam menghubungkan aplikasi perpesanan terenkripsi yang besar cukup signifikan dan tidak mudah.
Jadi, meskipun perusahaan sedang melakukan persiapan aktif, pengiriman pesan lintas platform akan memerlukan waktu untuk menjangkau pengguna sehari-hari. Kami berharap rincian resmi tentang interoperabilitas di WhatsApp akan segera keluar.