Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 27 Juni 2023 | 20.03 WIB

Bisa Belanja Langsung saat Menonton Video, YouTube Kenalkan Fitur Saluran Belanja

Tren belanja online via aplikasi media sosial tengah meningkat belakangan ini. - Image

Tren belanja online via aplikasi media sosial tengah meningkat belakangan ini.

JawaPos.com - Dalam upaya memasuki pasar e-commerce streaming langsung yang menggiurkan, YouTube akan meluncurkan saluran belanja resmi pertamanya pada 30 Juni mendatang. Seperti di TikTok saat ini, kreator konten dapat menayangkan video sembari berjualan dan ditanggapi langsung dengan pembelian oleh para penonton mereka.
 
Fitur ini akan perdana dikenalkan di pasar Korea Selatan. Wilayah tersebut dikenal dengan pasar e-commerce streaming langsung yang berkembang pesat yang dipimpin oleh raksasa teknologi Naver, menghadirkan pasar uji coba yang ideal untuk masuknya YouTube ke sektor ini. Peluncuran global saluran belanja di Korea Selatan akan berfungsi sebagai proyek percontohan, dengan rencana untuk berpotensi memperpanjang operasinya melebihi rencana awal 90 hari.
 
Saluran belanja, terutama dilakukan dalam bahasa Korea, akan menampilkan lebih dari 30 merek terkemuka, termasuk Samsung Electronics, LG Electronics, Baskin-Robbins, Dunkin' Donuts, Cosme, dan Puma. Merek-merek ini akan terlibat dalam sesi streaming langsung untuk memamerkan produk mereka dan berinteraksi langsung dengan konsumen, menawarkan pengalaman berbelanja yang unik (dan ultra-modern).
 
Chief Business Officer Google Philipp Schindler menyoroti pentingnya usaha ini, dengan menyatakan bahwa memungkinkan orang berbelanja dengan lancar dari kreator, merek, dan konten favorit mereka memiliki potensi yang sangat besar. "Dengan basis dan jangkauan pengguna YouTube yang luas, saluran belanja berpotensi merevolusi cara orang menemukan dan membeli produk," katanya dilansir via ITHome.
 
Menyusul pengumuman tersebut, saham Naver dikabarkan mengalami penurunan empat persen, sementara Lotte Shopping, pengecer terkemuka, mengalami penurunan 3,3 persen. Hal ini menunjukkan dampak masuknya YouTube ke pasar dan potensi gangguan yang ditimbulkannya terhadap pemain yang sudah ada.
 
Analis industri di Jingbo Securities memprediksi pertumbuhan substansial di pasar live e-commerce Korea Selatan, dengan proyeksi memperkirakan kenaikan dari KRW 2,8 triliun pada tahun 2021 menjadi KRE 10 triliun atau berkisar Rp 115 triliun lebih dalam waktu dekat.
 
Saat ini, Naver mendominasi sekitar 60 persen pangsa pasar, tetapi masuknya YouTube diharapkan dapat meningkatkan persaingan dan membentuk kembali lanskap industri. Saat YouTube memasuki e-niaga langsung dengan saluran belanjanya yang inovatif, masih harus dilihat bagaimana upaya baru ini akan membentuk masa depan belanja online di Korea Selatan dan berpotensi berkembang secara global. 
 
Perpaduan antara hiburan dan perdagangan dapat mengubah pengalaman konsumen dan membuka jalan baru bagi merek dan pembuat konten untuk terhubung dengan audiens mereka. Hal ini juga sudah dibuktikan oleh TikTok di berbagai pasar, termasuk di Indonesia.
Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore