Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 25 Januari 2024 | 04.30 WIB

Mengenal Istilah Deepfake AI dan Pembahasan Mengenai Bahayanya

Kecerdasan AI./ Pexels.com./This Is Engineering:/ - Image

Kecerdasan AI./ Pexels.com./This Is Engineering:/

JawaPos.com - Teknologi di zaman modern saat ini semakin canggih, salah satunya adalah teknologi AI.

Secara umum, AI merujuk pada program komputer yang dirancang untuk meniru kecerdasan manusia, termasuk kemampuan pengambilan keputusan, logika, dan karakteristik kecerdasan lainnya.

Banyak programmer pintar yang membuat aplikasi berbasis AI pada smartphone, laptop, atau web. Saat ini sudah banyak diciptakan AI untuk mempermudah pekerjaan atau aktivitas manusia di dunia.

Salah satu AI yang biasa kita gunakan adalah AI pada search engine, atau asisten virtual seperti Siri, Google Assistant, dan Cortana. Saat ini pengembangan AI sudah pada tingkat yang mengagumkan.

Salah satunya adalah penggunaan AI pada kendaraan yang memungkinkan pengendara dapat mengendarai kendaraannya tanpa harus mengemudi atau biasa disebut dengan self-drive.

Saat ini, AI juga sudah berkembang dalam dunia pekerjaan, seperti mesin otomatis yang mampu membuat sebuah pekerjaan tanpa harus dikerjakan oleh manusia. Bahkan AI juga ada pada bidang dunia pendidikan.

Baru-baru ini juga muncul dengan istilah Deepfake atau satu bentuk kecerdasan AI yang dapat digunakan untuk meniru gambar, suara, dan video palsu yang sangat meyakinkan.

Deepfake mengumpulkan gambar dan suara palsu dan menyatukannya menggunakan algoritma pembelajaran mesin.

Akibatnya terciptalah orang-orang dan peristiwa-peristiwa yang tidak ada atau tidak benar-benar terjadi.

Dilansir dari Fortinet (24/1), berikut ini adalah beberapa bahaya dari adanya Deepfake:

1. Penipuan dan Hoax
Penjahat pada dunia maya dapat menggunakan teknologi deepfake untuk menciptakan penipuan, klaim palsu, dan tipuan yang melemahkan dan menggoyahkan organisasi.

Dengan menggunakan teknologi deepfake AI, penjahat bisa membuat suara, gambar, bahkan wajah yang mirip aslinya untuk penipuan.

Seperti yang diberitakan baru-baru ini, artis Raffi Ahmad, Jurnalis Najwa shihab, dan Atta Halilintar yang mempromosikan situs judi online.

Dalam video tersebut Raffi Ahmad dan beberapa publik figur lainnya mengatakan menciptakan dan mempromosikan situs judi online.

Dalam klasifikasinya beberapa publik figur tersebut tidak pernah membuat dan mempromosikan situ judi online.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore