
Photo
JawaPos.com - Kesehatan mental adalah salah satu aspek penting dalam kehidupan manusia. Namun, di Indonesia, banyak orang yang menghadapi tantangan untuk mendapatkan layanan kesehatan mental yang berkualitas, terjangkau, dan mudah diakses. Menurut Atlas Kesehatan Mental WHO, Indonesia hanya memiliki tiga profesional kesehatan mental untuk setiap 100.000 orang. Selain itu, stigma sosial, kendala finansial, dan kesenjangan geografis juga menjadi penghalang bagi banyak orang untuk mencari bantuan.
Untuk mengatasi masalah ini, muncul sebuah startup bernama Tenang.AI. Tujuannya, untuk mendemokratisasi layanan kesehatan mental yang dapat diakses dan terjangkau di seluruh Indonesia. Tenang.AI adalah layanan telehealth berbasis web dan mobile yang menawarkan dukungan kesehatan mental melalui obrolan berbasis AI dan konseling online dengan psikolog profesional.
Tenang.AI didirikan pada 2022 oleh Salma Dias Saraswati, seorang psikolog klinis, bersama dengan teman-temannya. Salma terinspirasi oleh pengalamannya sebagai psikolog, saat dia melihat banyak klien yang membutuhkan dukungan mental di luar jam kerjanya. Dia juga menyadari bahwa ada permintaan yang tinggi akan layanan kesehatan mental, tetapi jumlah sumber daya manusia yang tersedia sangat terbatas.
Oleh karena itu, dia memutuskan untuk menggunakan kecerdasan buatan (AI) sebagai solusi untuk memberikan layanan kesehatan mental yang cepat, mudah, dan murah. “Kami juga bermitra dengan 90 psikolog untuk membantu pengguna,’’ ujar Salma, Jumat (19/1).
Salma dan timnya mengembangkan AI Tenang dengan menggunakan data dan penelitian ilmiah yang terbukti. AI Tenang dapat memberikan dukungan kesehatan mental 24/7 melalui obrolan. “Tenang.AI mampu memahami bahasa kita sehari-hari. Bukan bahasa yang kaku. Termasuk dengan kata-kata slang umum yang digunakan setiap hari,’’ imbuh COO & Co Founder Tenang.AI Andre Huang.
AI Tenang dapat mengenali emosi, kebutuhan, dan masalah pengguna, serta memberikan saran, motivasi, dan referensi yang sesuai. AI Tenang juga dapat menghubungkan pengguna dengan psikolog profesional yang tersedia, jika pengguna membutuhkan konseling lebih lanjut.
Tenang.AI menargetkan terutama generasi Z, yaitu kelompok usia 18-24 tahun, yang merupakan generasi paling rentan terhadap masalah kesehatan mental. Menurut data dari Kementerian Kesehatan, sekitar 9,8 persen dari populasi Indonesia mengalami gangguan mental emosional, dan sebagian besar dari mereka adalah generasi Z1.
Tenang.AI ingin memberdayakan generasi Z untuk mengatasi tantangan kesehatan mental mereka dengan cara yang sesuai dengan gaya hidup dan preferensi mereka. “Di Asia Tenggara, kami adalah yang pertama untuk kesehatan mental dengan teknologi AI,’’ imbuh Andre.
Sejak diluncurkan, Tenang.AI telah menarik ribuan pengguna. Tenang.AI juga telah bekerja sama dengan beberapa perusahaan dan organisasi untuk memberikan layanan kesehatan mental bagi karyawan dan anggota mereka.
Tenang.AI berharap dapat meningkatkan kesejahteraan individu dan komunitas secara keseluruhan dengan menyediakan layanan kesehatan mental yang inovatif dan inklusif. Tenang.AI adalah salah satu contoh startup yang menggunakan AI untuk menciptakan dampak sosial positif.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
