
Rizki Juniansyah, lifter TNI yang meraih medali emas sekaligus memecahkan rekor dunia pada SEA Games 2025. (Istimewa)
JawaPos.com — Peneliti Senior Citra Institute, Efriza, menilai langkah Presiden RI Prabowo Subianto memberikan kenaikan pangkat luar biasa (KPLB) kepada prajurit TNI peraih medali emas SEA Games 2025 sebagai kebijakan yang tepat dan patut diapresiasi.
Menurut Efriza, keputusan tersebut mencerminkan tingginya perhatian presiden terhadap atlet berprestasi sekaligus menunjukkan sikap negara dalam menghargai dedikasi atlet profesional yang telah mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.
“Presiden Prabowo sudah tepat memberikan penghargaan terbaik bagi atlet berprestasi. Ini menunjukkan perhatian serius presiden terhadap nasib atlet serta sikap pemerintah yang menghargai capaian luar biasa mereka,” kata Efriza, Jumat (10/1).
Efriza secara khusus menyoroti prestasi Rizki Juniansyah, lifter TNI yang meraih medali emas sekaligus memecahkan rekor dunia pada SEA Games 2025. Ia menilai capaian tersebut layak mendapat apresiasi istimewa dari negara.
“Prestasi Rizki Juniansyah yang meraih emas dan memecahkan rekor dunia adalah pencapaian luar biasa. Ini menunjukkan dedikasi dan kerja keras atlet yang membawa kehormatan bagi Indonesia,” ujarnya.
Apresiasi Simbolik dan Motivasi
Efriza menjelaskan, kenaikan pangkat luar biasa yang diberikan kepada Rizki Juniansyah merupakan bentuk apresiasi simbolik sekaligus motivasi, meski berada di luar kelaziman sistem kenaikan pangkat dalam dunia militer.
“Kenaikan pangkat ini didasari karena Rizki telah mengangkat kehormatan Indonesia di tingkat dunia. Praktik ini merupakan pengecualian yang dimaksudkan sebagai bentuk penghargaan dan dorongan moral bagi atlet lainnya,” jelas Efriza.
Ia menambahkan, kebijakan tersebut sejalan dengan prinsip di tubuh TNI yang menerapkan sistem reward and punishment bagi prajurit berprestasi.
“Saya mendukung penuh sikap Presiden Prabowo. Ini menjadi angin segar bagi masa depan atlet Indonesia dan menunjukkan kepedulian negara terhadap mereka yang berprestasi,” tambahnya.
Kenaikan Pangkat Atlet TNI Peraih Medali
Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto menyerahkan langsung penghargaan dan bonus kepada atlet serta pelatih Indonesia peraih medali *SEA Games ke-33 Thailand 2025* di Istana Negara, Jakarta, Kamis (8/1/2026). Acara tersebut turut dihadiri Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto.
Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo memberikan apresiasi khusus kepada Lifter TNI Rizki Juniansyah, yang meraih emas sekaligus memecahkan rekor dunia. Atas prestasi tersebut, Rizki dianugerahi kenaikan pangkat dua tingkat, dari Letnan Dua menjadi Kapten.
Selain Rizki, prajurit TNI Muhammad Alfi Kusuma dari cabang Taekwondo juga menerima KPLB dari Letnan Dua menjadi Letnan Satu. Sementara itu, 37 prajurit TNI lainnya peraih prestasi mendapatkan penghargaan berupa kesempatan mengikuti pendidikan Sekolah Perwira dan Sekolah Bintara.
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menegaskan, pemberian penghargaan kepada prajurit berprestasi merupakan komitmen institusi TNI. Ia menyebut, kebijakan reward and punishment akan terus diterapkan untuk mendorong prajurit berprestasi di berbagai bidang, termasuk olahraga.

Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Donald Trump Terjebak! Perang Iran Seret Presiden AS ke Krisis Politik dan Militer
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Profil Santyka Fauziah, Kekasih Sule yang Didoakan Nathalie Holscher Segera Menikah
Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
