
Para pembalap ketika melintasi Masjid Agung Baiturrahman
JawaPos.com - Para pembalap St George Continental Cycling Team finis tiga besar etape pertama International Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI) 2018. Pembalap terdepan yang finis pertama adalah Marcus Culey. Rider asal Australia ini berhasil finis dengan catatan waktu 3 jam, 42 menit dan 10 detik
Pembalap 23 tahun ini mengungguli rekan satu tim dan negaranya Mathew Zenovich dengan selisih 1 menit dan 37 detik. Sementara posisi ketiga ditempati rider St George lainnya Benjamin Dyball yang terpaut jarak 3 menit dan 46 detik.
Etape pertama ITdBI 2018 menyuguhkan medan mendatar dengan tanjakan kategori dua pada 13 km terakhir. Para pembalap menempuh rute sepanjang 153,1 km dari Kantor Bupati Banyuwangi menuju Wisata Rawa Bayu, Songgon.
Lintasan flat menjadi santapan empuk bagi para sprinter. Mathew Zenovich, Odi Purnomo Setiawan (PGN Cycling Team), Niels van der Pijl (PCS Cycling Team) dan Mario Vogt (Sapura) memimpin rombongan sejak awal balapan. Mereka berada di garis terdepan hingga intermediate pertama.
Komposisi pembalap terdepan berubah menjelang intermediate kedua di Sumberberas. Dylan Page asal Sapura memimpin balapan. Dylan Page sempat menguasai balapan hingga 30 km menjelang garis finis. Ia dibayang-bayangi oleh Culey, Zenovich dan Irish Valenzuela dari 7 Eleven.
Culey dan Zenovich kemudian memimpin balapan pada 20 km terakhir. Mereka berdua berada di depan enam pembalap yang gabung di grup kedua dengan jarak empat menit. Sedangkan rombongan besar berada di baris ketiga dengan jarak kurang lebih sembilan menit dari duo pembalap terdepan.
Culey mulai meninggalkan Zenovich ketika balapan sudah memasuki tanjakan. Culey berhasil finish pertama dengan gap lebih dari semenit. Dalam keterangan persnya selepas balapan, Culey menyebut ITdBI 2018 adalah balapan yang berat. Selain dihadang medan terjal, pada pembalap juga diterpa cuaca yang panas.
"Ketika sudah 15 km menjelang finis saya mencoba breakaway. Akhirnya bertemu empat pembalap lainnya, dua di antaranya teman saya," ucap Culey. Culey mengaku sebagai pembalap dengan tipikal climber. Oleh sebab itu tanjakan di akhir etape pertama dengan mudah ia taklukkan.
"Karena ini memang spesialisasi saya, jadi saya berusaha untuk finish terdepan," imbuhnya.
Sementara pembalap Indonesia yang tergabung di tim KFC Selamat Juangga mengakui dominasi para pembalap Australia dari tim St George. "Memang mereka sangat kuat, dan cuaca juga cukup panas," sebut Juangga.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
