
Lalu Muhammad Zohri
JawaPos.com - Semua kini bangga pada Lalu Muhammad Zohri. Pemuda asal Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), itu merebut emas di IAAF World U20 Championships di Tampere, Finlandia, dini hari kemarin WIB. Di nomor paling bergengsi lari 100 meter. Lagu Indonesia Raya pun berkumandang mengiringi bendera Merah Putih yang dikibarkan Zohri adalah sprinter Indonesia pertama yang mencicipi gelar juara dunia atletik.
Atlet 18 tahun itu mencatatkan waktu terbaik 10,18 detik. Itu mengungguli dua pelari Amerika Serikat, Anthony Scwartz dan Eric Harrison, yang sama-sama mencatatkan waktu 10,22 detik. "Sangat bangga sekali karena buat sejarah bagi Indonesia, sangat luar biasa," kata Lalu.
Dia mendapat tiket ikut kejuaraan dunia U-20 setelah mencatatkan waktu 10,25 detik di Invitation Games (test event Asian Games 2018). Awal Juni lalu siswa SMA Ragunan, Jakarta, itu meraih emas di Kejuaraan Asia Junior di Jepang. Saat itu dia mencatatkan waktu 10,27 detik.
Di final kejuaraan dunia kemarin (12/7), Zohri menempati line ke-8 atau paling pinggir. Biasanya line pinggir untuk atlet yang kurang diunggulkan. Dia memperlihatkan start mulus dan melejit menjelang garis finis.
Setelah finis, Zohri sempat menunggu beberapa detik untuk melihat pengumuman. Begitu tahu juara, Zohri berlari kegirangan. Namun, dia sempat sulit mencari bendera Merah Putih untuk berselebrasi. Maklum, tidak ada yang mengira dia bakal juara.
Indonesia meloloskan tiga atlet muda ke Kejuaraan Dunia U-20. Selain Zohri, masih ada Halomoan Binsar (lari 400 meter putra) dan Idan Fauzan Richsan (lompat galah putra).
Nah, sebelum berangkat, Zohri dan Idan sempat mengalami masalah pengurusan visa. Khusus Zohri, dia membutuhkan penjamin untuk mendapatkan visa. Sebab, dia yatim piatu.
"Saya yang mesti tanggung semua. Jika tidak, ya tidak dapat visa," kata Bob Hasan, ketua umum PB PASI, setelah mengikuti rapat di kantor Kemenko PMK, Jakarta, kemarin.
Sementara itu, Idan terpaksa tidak berangkat lantaran galah yang digunakan untuk bertanding tidak bisa masuk ke pesawat. Sudah diurus jauh-jauh hari, tapi tetap tidak bisa.
Zohri merupakan penggawa tim sprinter putra Indonesia bersama Fadlin, Yaspi Boby, Eko Rimbawan, dan Bayu Kartanegara. Mereka menjadi pilihan utama pelatih Eni Nuraini untuk disiapkan di nomor estafet 4 x 100 meter putra pada Asian Games 2018.
Khusus Zohri, dia baru bergabung sejak pelatnas berlangsung awal Januari 2018, setelah Eni memantau dia di Kejurnas PPLP yang berlangsung di Lombok, NTB. Saat itu Zohri mencatatkan waktu di kisaran 10,40 detik.
"Dia ini memang istimewa, punya bakat alam," terang Eni. Terbukti, berlatih selama enam bulan bersama skuad pelatnas, Zohri muncul mengejutkan dengan sejumlah pencapaian baru. Yakni, juara Asia Junior 2018 dan Juara Dunia U-20 2018.
Zohri juga berasal dari keluarga yang kurang mampu di NTB. Ibunya, L. Saeriah, meninggal dunia pada 2015. Setahun kemudian, L. Ahmad, ayah Zohri, menyusul sang ibu. Rumahnya di Dusun Karang Pangsor, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara, berukuran 7 x 4 meter yang disangga kayu balok.
Dinding pembatas ruang tamu dan ruang tidur hanya disekat papan. Beberapa bagian dinding terbuat dari gedek. Karena tidak rapat, dinding ditutup dengan koran bekas. "Rumah ini saya jaga karena kakak Zohri (Fadilah, Red) bekerja di Gili Trawangan," kata Zuliadi, teman masa kecil Zohri.
Apresiasi Berdatangan

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
