Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 15 Mei 2026 | 21.05 WIB

Segudang Prestasi Gregoria Mariska Tunjung, Mulai Juara Dunia Junior hingga Perunggu Olimpiade

Gregoria Mariska Tunjung mundur dari Pelatnas PBSI Cipayung. (instagram @gregoriamariska) - Image

Gregoria Mariska Tunjung mundur dari Pelatnas PBSI Cipayung. (instagram @gregoriamariska)

JawaPos.com - Pebulu tangkis Indonesia Gregoria Mariska Tunjung, mendadak jadi sorotan setelah mundur dari Pelatnas PBSI Cipayung. Pemain berusia 26 tahun itu telah mengukir segudang prestasi selama menjadi atlet tim nasional kebanggaan Tanah Air.

Gregoria Mariska Tunjung secara mengejutkan memutuskan mundur dari Pelatnas PBSI Cipayung pada Jumat (15/5). Keputusan tersebut disampaikan setelah melalui komunikasi dan pembicaraan bersama Kabid Binpres PP PBSI Eng Hian dan kepala pelatih tunggal putri utama Pelatnas PBSI Imam Tohari.

Gregoria Mariska Tunjung memutuskan mundur dari Pelatnas PBSI bukan tanpa alasan. Masalah kesehatan menjadi faktor utama dirinya mundur. Beberapa bulan terakhir sang atlet mengalami sakit vertigo yang tak kunjung pulih.

Dalam surat yang disampaikan, Gregoria menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh jajaran pengurus dan pelatih PBSI atas kepercayaan yang telah diberikan. Pasalnya, pemain kelahiran Wonogiri itu sudah menghuni Pelatnas Cipayung sejak 2014 atau selama 12 tahun terakhir.

Sejak masuk Pelatnas PBSI Cipayung di usia 15 tahun, Gregoria berhasil menorehkan segudang prestasi. Pemain kelahiran Wonogiri itu tidak hanya mengukir prestasi pada turnamen individu, melainkan juga pada beregu.

Gregoria mulai mencuri perhatian saat merebut medali emas Kejuaraan Dunia Junior 2017. Keberhasilan itu menjadi tinta emas sejarah, karena Indonesia terakhir kali juara dalam ajang tersebut di nomor tunggal putri pada 1992 atas nama Kristin Yunita.

Sebelum itu, Gregoria juga telah menorehkan prestasi dalam Kejuaraan Asia Junior. Pemain jebolan Mutiara Cardinal Bandung itu meraih medali perak edisi 2016 (tunggal putri), medali perak edisi 2017 (beregu campuran), dan perunggu edisi 2015 (beregu campuran).

Prestasi Gregoria terus berlanjut. Diantaranya berhasil membawa Indonesia runner-up Uber Cup 2024, perunggu Piala Sudirman 2019, medali perak SEA Games 2021 (beregu putri), sampai perunggu Asian Games 2018 (beregu putri).

Gregoria juga menancapkan taringnya pada turnamen BWF World Tour. Dia telah meraih dua gelar juara pada Spain Masters 2023 dan Kumamoto Masters 2023. Selain itu, dia keluar sebagai finalis pada Australia Open 2022, Malaysia Masters 2023, Swiss Open 2024, Kumamoto Masters 2024, dan Kumamoto Masters 2025.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore