
Sekretaris Menpora Gatot Dewa Broto
JawaPos.com - Selesainya Asian Games 2018 tidak serta merta dapat membuat Indonesia bernapas lega. Merah Putih masih harus menghadapi kompetisi multi-event lainnya lagi, yakni SEA Games 2019.
Dalam kompetisi tersebut, Indonesia tidak boleh meremehkan kendati skalanya lebih kecil dibandingkan Asian Games. Pasalnya dalam kompetisi itu, tidak semua cabang olahraga (cabor) andalan Indonesia ikut dipertandingkan, khususnya cabor non olimpik.
Alhasil, kesempatan Indonesia dalam meraih pundi-pundi emas akan semakin kecil. Terlebih lagi jika cabor yang dihilangkan merupakan cabor unggulan Indonesia. Karenanya, ada kans prestasi dan perolehan medali emas Indonesia menurun jika dibandingkan Asian Games 2018 kemarin.
Dari informasi yang diperoleh sementara, cabor unggulan Indonesia seperti pencak silat dan bulu tangkis dikabarkan tidak akan dipertandingkan di SEA Games 2019 yang akan dihelat di Manila, Filipina nanti. Terkait hal tersebut, Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga Gatot Dewa Broto mengakui bahwa pihaknya tengah masygul hati.
"Ini dilematis banget. Hanya beberapa cabang olahraga unggulan Indonesia yang dipertandingkan. Kami akan melakukan edukasi kepada publik perihal cabor apa saja yang akan di pertandingkan di SEA Games 2019 nanti," kata Gatot.
Dengan edukasi tersebut, Gatot berharap nantinya masyarakat bisa maklum jika Indonesia gagal mengulang pencapaian di Asian Games 2018. "Supaya tidak ada kesan negatif dair publik yang berpikir kok di Asian Games peringkatnya tinggi tapi di SEA Games seperti di Kuala Lumpur (SEA Games 2017, Red) dulu," lanjutnya.
Untuk diketahui, Indonesia hanya bisa finis di urutan ke-5 di SEA Games 2017 di bawah tuan rumah Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Singapura.
Gatot menambahkan, hal ini kemungkinan tidak hanya akan terjadi di SEA Games 2019 saja, tetapi juga dapat terjadi pada Asian Games 2022 di Hangzhou, Tiongkok.
"Di sana tidak ada jaminan cabor pendulang emas seperti pencak silat dapat ikut dipertandingkan kembali. Pencak silat muncul karena kita tuan rumah, jadi di Hangzhou suka-suka (tuan rumah, Red) sendiri. Bahkan paragliding, jetski, dan bridge juga ada kemungkinan tidak dipertandingkan," jelas Gatot.
Walau demikian, Gatot menuturkan bahwa ke depan pihaknya tetap tidak akan memandang sebelah mata cabor-cabor non olimpik. Cabor non olimpik, kata Gatot, tetap akan mendapat perlakuan yang sama seperti cabor olimpik. Bagaimanapun, 31 emas di Asian Games 2018 juga datang dari cabor non olimpik.
"Buktinya di Asian Games kemarin emas datang dari cabor non olimpik juga. Kalau kemarin kita terfokus pada yang olimpik saja, ya rontok (tidak bisa mendulang banyak medali, Red)," tutupnya.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
