
Ketua LKB, Beki Marda ikut meramaikan HUT DKI Jakarta ke-491 di Ancol, Jakarta Utara (ketiga dari kiri)
JawaPos.com - Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB) mengapresiasi kinerja Pemerintah dalam mengembangkan kebudayaan Betawi. Mesi masih belum seluruhnya, LKb melihat semua sedang masuk dalam proses implementatif.
Lembaga yang didirikan mantan Gubernur DKI Jakarta, Ali Sadikin itu melihat budaya Betawi selalu memiliki tantangan tersendiri dalam melestarikannya. Sejak 1976, LKB sebagai mitra Pemprov DKI Jakarta terus mendorong agar budaya Betawi semakin maju.
Ketua Umum Lembaga Kebudayaan Betawi, Beki Marda memandang Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan telah memakai political willnya dalam menjadikan budaya Betawi sebagai identitas Ibu Kota DKI Jakarta.
"Sebenarnya sudah tertera dalam Pergub, yaitu melestarikan budaya Betawi bersama budaya nasional lain. Dengan implementasinya sudah ada di Perda Pelestarian Budaya," tutur Beki saat ditemui JawaPos.com di Ancol, Jakarta Utara, Jumat (22/6).
"Ini sesuatu yang Istimewa bagi kita para seniman Betawi karena sudah memiliki pijakan hukumnya. Sekarang tinggal bagaimana Perda dan Pergub bisa implementatif," tambahnya.
Dirinya menjelaskan dalam Perda Pelestarian Budaya sudah tercantum segala ornamen dan segala kebudayaan Betawi. Namun, baru ada beberapa yang ditetapkan sebagai Peraturan Gubernur salah satunya tentang ikon.
Dia melihat ikon dan simbolik bagus tapi belum cukup. Ada yang lebih strategis seperti muatan lokal karena diajarkan ke sekolah dan anak didik. Pengenalan kebudayaan bisa lebih baik.
"Soalnya saya lihat jika disampaikan ke sekolah-sekolah jadi bukan hanya ikonik yang tercipta tapi juga nilai-nilai, ini penting," terangnya.
Bahkan, lanjut Beki, pengenalan muatan lokal budaya Betawi di sekolah dapat membuahkan nilai-nilai egaliter, religius, dan terbuka. Sehingga, bisa menyatukan dan mengikat seluruh rakyat di Jakarta.
"Ini tidak ternilai bagaimana bisa menjadi perekat budaya nasional sehingga jadi Ibukota, ini yang perlu ditularkan. Bisa diterima dan bisa menerima ini sumbangsih yang harus kita beritahukan sejak dini," tegas Beki.
Di HUT DKI Jakarta ke-491, Beki melihat ada tantangan tersendiri untuk memasukkan budaya Betawi menjadi bagian hidup anak milenial. Namun hanya ada satu cara, menurutnya, yaitu pola sosialisasi harus menyesuaikan dengan zaman sekarang.
"Harus bisa lebih kreatif, kita mesti paham dinamika masyarakat karena 40 persen sudah milenial makanya pola sosialisasi harus disesuaikan. Ini saya tekankan juga pada pelaku seniman dan budayawan, kita gabisa pakai cara lama harus dengan diskusi dan dialog untuk mencari cara agar budaya Betawi bisa selalu lestari," tutur Beki.
Pasalnya, Beki melihat faktor kesulitan budaya Betawi masuk ke anak muda bukan karena faktor internal saja. Melainkan, adapula faktor eksternal seperti budaya asing yang terus menekan dari berbagai aspek.
"Makanya political will Gubernur sangat dibutuhkan, ini yang dipertaruhkan bukan ikon betawi saja tetapi nilai-nilai yang dipertaruhkan. Ini memang masih harus diperjuangkan bersama," pungkasnya.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
Live Streaming PSS Sleman vs Garudayaksa FC Final Liga 2 dan Prediksi Skor: Trofi Bergengsi Menanti Pemenang!
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Prancis Hari Ini: Momentum Veda Ega Rebut Pole Position!
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
