
Luka Modric (kanan) mengaku Kroasia sukses meredam keajaiban Lionel Messi (kiri) di lapangan.
JawaPos.com - Lionel Messi kembali tak berkutik. Selain gagal mencetak gol, Messi pun tak mampu membawa Argentina menghindari kekalahan telak 0-3 dari Kroasia, Jumat (22/6) dini hari WIB. Pada laga kedua Grup D di Stadion Nizhny Novgorod itu, para pemain Kroasia mampu meredam magis Messi.
Dalam dua laga yang sudah dilalui Argentina, Messi memang tak mampu menunjukkan tuah laiknya di level klub bersama Barcelona. Meski Argentina mendominasi permainan, tapi cuma mampu melepas tiga tembakan tepat ke gawang dari total 10 percobaan.
Sementara, Kroasia yang cuma mencatat 42 persen penguasaan bola justru sanggup melepas 5 shot on target dari total 15 tembakan. Ketajaman lini depan Argentina yang dimotori Messi dibuat tumpul. Sementara, kelemahan lini tengah dan belakang tim besutan Jorge Sampaoli bisa dieksploitasi para pemain Kroasia.
Kapten Kroasia, Luka Modric, membeberkan rahasia sukses timnya mampu membuat Messi mati kutu. Menurut pencetak salah satu gol Kroasia dan juga peraih man of the match itu, semua aliran bola kepada Messi sukses diputus.
"Kami mematikan Messi, menghentikan dia menerima bola. Dia pemain paling berbahaya," ujar Modric di laman resmi FIFA.
Modric pun mengakui bahwa perjuangan Kroasia untuk memenangi laga tak diraih dengan mudah. Skor telak 3-0 menurutnya bukan mutlak berarti Kroasia bisa bermain leluasa melawan Tim Tango.
"Kemenangan kami terlihat diraih dengan mudah. Tapi nyatanya tidak mudah. Saya pikir kami pantas menang, tapi sekali lagi tidak mudah. Gol pertama di babak kedua tercipta karena kesalahan lawan. Kami memainkan laga sempurna menghadapi tim hebat," tutur pemain asal klub Real Madrid tersebut.
Kemenangan membuat Kroasia dipastikan lolos ke babak 16 besar. Kendati begitu, Modric mengingatkan rekan-rekannya agar tak tinggi hati dan tetap serius menatap laga pamungkas melawan Islandia.
"Target objektif sudah terealisasi. Kami menjalani laga demi laga, dan mari tidak terlena dengan hasil ini. Kemenangan membuat kepercayaan diri kami meningkat dalam menghadapi laga berikutnya. Namun, ayo kita lupakan euforia dan kaki harus tetap menginjak bumi saat mempersiapkan laga berikutnya," tandasnya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Resmi Pindah ke Bali! Derby Jawa Timur Arema FC vs Persebaya Surabaya Digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Sebut Ada 3 Lokasi untuk Pembangunan Koperasi Merah Putih
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
