
Suasana terminal AKAP Pekanbaru dan Pelabuhan Sungai Duku Pekanbaru, Provinsi Riau, saat arus mudik lebaran Idul Fitri 1439 H.
JawaPos.com - Angkutan umum ternyata masih menjadi salah satu moda transportasi favorit bagi masyarakat Provinsi Riau saat mudik ke kampung halaman. Berdasarkan catatan, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah IV Provinsi Riau dan Kepri sekitar 184.895 orang menggunakan angkutan umum pada lebaran Idul Fitri 1439 H.
Angka itu menjadi bukti, angkutan umum masih menjadi pilihan meski saat ini banyak masyarakat yang memiliki kendaraan pribadi. Humas Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah IV Provinsi Riau dan Kepri, Ario Wibowo mengatakan, angka ini dihimpun berdasarkan jumlah penumpang yang masuk di terminal dan pelabuhan di Riau.
"Di Riau ada tiga terminal tipe A yang menjadi tempat menaikkan dan menurunkan penumpang angkutan umum darat. Yakni Terminal BRPS Pekanbaru, Terimanal Dumai, dan Terminal Bangkinang," ujar Ario, pada Kamis (21/6).
Dari tiga terminal tersebut, tercatat ada 97.732 penumpang yang menaiki angkutan umum sejak 7 hingga 20 Juni 2018. Dengan jumlah kendaraan umum sebanyak 47.525 unit.
"Baik angkutan umum antar kota antar provinsi (AKAP) maupun angkutan kota dalam provinsi (AKDP)," sebutnya.
Selain menggunakan angkutan umum darat, masyarakat Riau juga cukup meminati moda transportasi laut. Di Riau, ada empat pelabuhan yang masih beroperasi dan lintasan kapal feri. Yakni Pelabuhan Dumai, Pelabuhan Mengkapan, Pelabuhan Tanjung Uban dan Pelabuhan Telaga Punggur.
Terhitung ada 7.558 kendaraan yang menyeberang. Sedangkan penumpang ada sebanyak 87.163 orang. Jika ditotal jumlah penumpang di pelabuhan dan terminal, ada sebanyak 184.895 orang.
Dari banyaknya jumlah angkutan umum dan penumpang, Ario mengklaim bahwa, sejauh ini tak ada yang mengalami insiden atau kecelakaan. "Alhamdulillah, nihil kecelakaan. Aktivitas mudik dengan angkutan umum berjalan aman dan lancar," terangnya.
Ia menyebut, tak adanya insiden selama arus mudik tahun ini, tak lepas dari pengawasan tim gabungan yang juga terdiri dari BPTD Wilayah IV Provinsi Riau dan Kepri. Pengawasan dilakukan sebelum hingga aktivitas mudik lebaran.
"Kita sebelumnya lakukan cek urin dan tes kesehatan kepada sopir angkutan umum. Kita juga cek laik jalan kendaraan umum. Itu tak terlepas untuk menjamin keselamatan penumpang," ucapnya.
Hingga kini kata Ario, pihaknya masih melakukan pemantauan di lapangan. Bahkan, pemantauan dan pengawasan dilakukan langsung oleh Kepala BPTD Riau Kepri, Ajie Panatagama. "Sekarang Pak Kepala Balai sedang memantau di Terminal BRPS dan pelabuhan," ujarnya.
Operasi ini akan berakhir hingga Minggu (24/6) nanti. Dia berharap, hingga berakhirnya operasi ini, arus angkutan mudik bisa berjalan dengan lancar.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
