
Korban pengeroyokan yang diduga dilakukan Herman Herry saat datang ke Polres Jakarta Selatan.
JawaPos.com - Suami istri Ronny Yuniarto dan Iris Ayuningtias mengaku menjadi korban tindak kekerasan yang diduga dilakukan oleh legislator PDI Perjuangan Herman Herry. Aksi brutal itu parahnya dilakukan di depan dua anak korban yang masih kecil.
Kuasa hukum korban, Febby Sagita mengatakan saat kejadian tersebut, dua anak korban menangis histeris melihat orangtuanya dipukuli. Tindak kekerasan itu, diakui Febby telah menyisakan luka traumatik bagi anak-anak.
"Putra putri korban tidak mendapat kekerasan, tapi mereka melihat langsung kejadian tersebut dan nangis histeris. Sekarang memang belum kelihatan dampaknya, tapi dikemudian hari akan jadi sesuatu buat mereka," ujar Febby di Polres Jakarta Selatan, Kamis (21/6).
Guna memulihkan kondisi psikis anak-anak itu, kuasa hukum berencana untuk menemui Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Dari pengalamannya menangani kasus serupa diharapkan dapat memberikan jalan keluar kepada keluarga korban.
"Kami akan konsultasi ke KPAI, pihak keluarga juga sudah menyarankan untuk bertemu psikiater, untuk mengetahui seberapa besar trauma yang diderita anak korban. Sehingga kami bisa tahu kemana arah terapinya," terang Febby.
Sementara itu, keadaan histeris juga turut dibenarkan oleh Iris Ayunungtias. Menurutnya, bukan hanya anak-anaknya yang menjerit-jerit, namun asisten rumah tangganya pun ikut menangis.
"(Saya pada waktu itu) bukan nangis lagi, apalagi saya ngeliat anak-anak saya. Pembantu saya aja nangis. Bayangin anak-anak nangis jerit-jerit, dia melihat dari dalam mobil (orangtuanya dikeroyok)," tambah Iris.
Sedangkan sesaat setelah kejadian berlangsung, Ronny yang kala itu baru saja dipukuli ketika menemui anaknya kondisinya sangat memprihatinkan. Kedua anaknya terlihat sangat ketakutan.
Hal itu, lanjut Febby yang sangat menyanyat hati Ronny. Bahkan ia harus berusaha menjelaskan situasi yang terjadi agar dua buah hatinya tak mengalami trauma kepanjangan.
"Setelah kejadian saya harus menghampiri anak-anak. Saya merenung diam, saya harus jelasin satu-satu mukanya sedih sekali. Dia ngeliat orang tuanya diinjak-injak, dipukuli tapi saya harus menberitahukan kenapa, ada apa, ya begitu beratnya, itu berat sekali buat saya ngeliat sosok anak luar biasa berat," pungkas Ronny.
Saat ini kondisi dua buah hatinya disebut berangsur membaik. Trauma perlahan hilang. Ronny dan keluarga terus memicu semangat anak-anaknya agar bisa melupakan kejadian brutal tersebut.
Sementara itu, Politikus PDIP Herman Hery belum bersuara tentang peristiwa pemukulan yang diduga dilakukannya bersama ajudan kepada seorang pengemudi mobil di Pondok Indah, Jakarta Selatan, Minggu (10/6) lalu.
Menurut Petrus Selestinus yang merupakan Kuasa Hukum Herman Herry, kliennya saat ini sedang berada di Amerika Serikat. "Posis Dia [Herman] berada di luar negeri sebelum hari raya Idul Fitri," katanya, Kamis (21/6).
Namun, Petrus tidak merinci secara pasti tanggal kepergian kliennya ke Amerika Serikat. Idul Fitri jatuh pada 15 Juni 2018. Kata Petrus, Herman tidak berada di lokasi saat kejadian penganiayaan terjadi.
Namun, Petrus enggan berkomentar soal informasi yang menyebut pelaku penganiayaan terhadap Ronny Yuniarto adalah adik Herman Hery. Ia hanya meminta Ronny tidak mengaitkan Herman secara sepihak dalam peristiwa penganiayaan tersebut.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
