
Ilustrasi mudik di Tol Cikarang Utama.
JawaPos.com - Setelah melalui arus mudik Lebaran, kini sejumlah kota besar di Indonesia akan menghadapi dampak dari arus balik Lebaran. Begitupula, dengan pola arus urbanisasi ke kota besar salah satunya Jakarta.
Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia, Susanto menilai urbanisasi seringkali menjadi ritual arus balik mudik. Namun, Susanto mengingatkan enam hal penting yang perlu dipertimbangkan untuk hijrah ke kota besar.
"Pertama perlu disadari kota bukan satu-satunya tempat terbaik memperbaiki nasib keluarga. Banyak potensi-potensi desa dan daerah yang saat ini membutuhkan pelopor inovatif di desa," jelas Susanto kepada JawaPos.com, Rabu (20/6).
"Ingat, banyak orang-orang sukses berawal dari mengembangkan dan menginovasi potensi-potensi lokal di desanya," imbuhnya.
Selanjutnya, jika ingin ke Jakarta, Susanto menyarankan tidak membawa keluarga dan kerabat yg non skill. Sebab, bisa menimbulkan masalah baru di kota-kota tujuan. Hal ini untuk menghindari potensi pengangguran dan masalah sosial lain.
"Pengangguran seringkali menimbulkan masalah anak, seperti penelantaran, putus sekolah dan masalah anak lainnya," jelasnya.
Ketiga, Susanto meminta agar warga dapat memastikan ada tempat tinggal di kota tujuan. Hindari tinggal di kolong jembatan, lokasi penampungan sampah, pinggir rel kereta api dan sungai serta tempat-tempat berbahaya lainnya. Hal ini sangat berbahaya bagi tumbuh kembang anak.
"Keempat, pastikan jika membawa tenaga pengasuh dari kampung memiliki rekam jejak yg baik dan bukan pelaku kekerasan terhadap anak. Hal ini untuk mencegah maraknya kasus anak di kota-kota tujuan baik penculikan, kekerasan maupun trafiking," terangnya.
Susanto menyampaikan jika membawa anak ke kota besar pastikan identitas anak lengkap, seperti Akte kelahiran, KTP orang tua, Kartu Keluarga, serta identitas lain. Sehingga, hak dasar anak termasuk pendidikan dapat terpenuhi.
"Terakhir, harap berhati-hati dalam melamar pekerjaan. Hal ini untuk menghindari modus pemanfaatan pendatang baru, yang bisa merugikan," pungkasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
