
Unjuk rasa memprotes pemisahan anak-anak dengan orangtua migran
JawaPos.com - Anggota parlemen Demokrat bergabung dengan para pengunjuk rasa di luar halaman tempat para migran ditahan di New Jersey dan Texas pada Minggu (17/6). Unjuk rasa dilakukan untuk memperingati Hari Ayah sekaligus melawan praktik pemerintahan Trump yang memisahkan anak-anak dari orang tua mereka di perbatasan AS-Meksiko.
"Ini bukan masalah kewarganegaraan," kata perwakilan tujuh anggota Kongres dari New York dan New Jersey, Jerold Nadler kepada lima tahanan di Elizabeth, New Jersey. Peristiwa ini terjadi ketika marak berita menyoroti perpisahan keluarga migran akibat kebijakan Gedung Putih.
Para pejabat AS mengatakan, hampir 2 ribu anak dipisahkan dari orang tua atau orang dewasa yang membawa mereka di perbatasan dari pertengahan April hingga akhir Mei.
Pada Mei, Jaksa Agung AS Jeff Sessions mengumumkan kebijakan tanpa toleransi. Semua orang yang ditangkap memasuki AS secara ilegal, termasuk mereka yang mencari suaka akan dikenakan biaya kriminal, yang umumnya menyebabkan anak-anak dipisahkan dari orang tua mereka.
Tetapi kebijakan tersebut telah dikecam oleh para profesional medis, pemimpin agama, dan aktivis imigrasi yang memperingatkan bahwa beberapa anak dapat menderita trauma psikologis. Anak-anak ditahan di fasilitas pemerintah, diberikan kepada pihak sponsor dewasa, atau ditempatkan di pengasuhan sementara.
Di South Texas, beberapa anggota parlemen Demokrat, termasuk Senator Jeff Merkley mengunjungi Pusat Pengolahan Patroli Perbatasan di McAllen untuk menarik perhatian pada kebijakan tersebut. Sementara Beto O'Rourke, yang mencalonkan diri sebagai Senat AS di Texas, memimpin unjuk rasa tersebut.
"Saya ingin, kejadian ini ikut kita rasakan, berempati agar memaksa kita untuk bertindak. Kami berikan tekanan publik pada mereka yang mempunyai kekuatan untuk melakukan hal yang benar bagi negara kita," kata O'Rourke dilansir dari Reuters, Senin (18/6).
Beberapa anggota Partai Republik juga meminta Trump untuk menghentikan pemisahan anak-anak migran dengan orang tuanya. Senator Susan Collins dan Jeff Flake menulis kepada para pejabat Gedung Putih pada hari Sabtu untuk mencari informasi lebih lanjut tentang kebijakan tersebut. "Ini tidak konsisten dengan nilai-nilai Amerika, memisahkan anak-anak ini dari orang tua mereka," kata Collins

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
