
Wadah Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (WP KPK) mengunjungi Novel Baswedan di kediamannya, Jakarta, Minggu (17/6).
JawaPos.com - Tak kunjung terungkapnya kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan mengundang keprihatinan. Terbaru datang dari Wadah Pegawai (WP) KPK.
Ketua WP KPK Yudi Purnomo Harahap menyuarakan kembali pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF). Keberadaan tim itu diharapkan dapat segera menuntaskan kasus ini.
Sebelumnya, banyak pihak bahkan politisi mendesak Presiden Joko Widodo membentuk TGPF, guna mengungkap kasus penyiraman air keras terhadap Novel.
Yudi sendiri menilai TGPF ini sebaiknya terdiri dari pihak akademisi, ahli yang relevan dalam kasus ini, tokoh agama, praktisi hukum, kepolisian, kejaksaan hingga KPK.
"Untuk itu saya selaku Wadah Pegawai KPK menyampaikan permohonan kepada Presiden Indonesia dalam rangka penuntasan kasus bang Novel untuk membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta," ujar Yudi di Jalan Deposito, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Minggu (17/6).
Yudi berharap, jika benar-benar dibentuk, tim gabungan ini benar-benar dapat bekerja secara komperhensif dan sistematis. Sehingga kasus penyiraman air keras ini dapat menemui titik terang.
"Sehingga nantinya tim gabungan ini benar-benar bekerja secara komprehensif dan sistematis melihat sejauh mana kasus bang Novel," imbuhnya.
Sementara itu Yudi menilai tidak tuntasnya pengusutan kasus Novel dapat memicu para koruptor semakin berbuat semena-mena. Pasalnya, tidak adanya ketegasan pada setiap pelanggaran pidana yang mereka perbuat.
"Jika kasus nggak tuntas, maka yang terjadi adalah upaya koruptor terus menyerang, karena nggak ada sanksi bagi mereka," pungkasnya.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
