
Salah seorang pembeli menjajal alat penyembur api besutan The Boring Company.
JawaPos.com – Sebanyak 1.000 unit penyembur api atau flamethrowers bikinan The Boring Company akhirnya sampai ke konsumen. The Boring Company tidak lain adalah lini bisnis lain dari bos teknologi pemilik SpaceX dan Tesla Motors, Elon Musk.
Seperti JawaPos.com lansir dari laman Independent, Selasa (12/6), sekitar 1.000-an alat penyembur api mirip senapan mesin itu diserahkan perdana kepada pembeli yang telah melakukan pre-order sejak Januari lalu. Hal tersebut disampaikan Musk langsung lewat cuitan di Twitter pribadinya.
Pada masa pre-order, Elon Musk bahkan mengklaim bahwa alat yang dibuatnya entah untuk tujuan apa itu terjual sebanyak 20 ribu unit. Hingga Minggu (10/6) waktu setempat, para pembeli akhirnya mendapat unit tembakan apinya itu.
Acara itu berlangsung di area parkir yang berdekatan dengan pusat pengembangan teknologi SpaceX di California, Amerika Serikat (AS). Dari banyaknya pembeli yang masuk dalam angkatan pertama pre-order tembakan api itu bahkan ada yang rela hadir dari tempat yang terbilang jauh.
Dennis Dohrman, salah satu pembeli yang antusias menjemput alat pelontar api itu datang dengan mengemudi sejauh 4.000 km dari North Carolina ke California. Menurutnya, apa yang akan dimilikinya sepadan dengan perjuangannya.
"Bayangkan jika Anda memiliki kesempatan untuk mendapatkan layang-layang dan kunci dari Benjamin Franklin,” katanya dalam sebuah pernyataan kepada Bloomberg.
Kendati alat yang dijualnya adalah senjata penyembur api, Musk kekeh menolak bahwa alat itu merupakan alat berbahaya. Dalam kotak pembelian, The Boring Company bahkan menuliskan 'Not a flamethrower’ atau bukan pelempar api. Hal tersebut dimaksudkan untuk menghindari masalah dari otoritas terkait.
Namun, meski mengelak disebut sebagai alat berbahaya, pengumuman penjualan penyembur api itu langsung disambut kecaman dan kritik dari beberapa politisi lokal. Miguel Santiago, yang bertugas di Majelis Negara Bagian California langsung mengajukan undang-undang untuk memblokir penjualan alat tersebut.
"Kami sekarang telah melihat beberapa kebakaran hutan terburuk dalam sejarah California, jadi membagi-bagikan obor api seharga USD 500 atau sekitar Rp 6,9 juta itu adalah ide yang sangat buruk dan merupakan kebijakan publik yang buruk," katanya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
