
Ilustrasi: helikopter carteran bisa memudahkan perjalanan mudik untuk rute Jakarta-Bandung
Paket mudik dengan helikopter tak hanya menawarkan pendeknya durasi, tapi juga fleksibilitas titik dan jam keberangkatan serta lokasi pendaratan. Di sisi lain, ada yang memilih pulang kampung dengan gowes untuk mendapatkan sensasi keseruan.
SEKARING RATRI - AGFI SAGITTIAN, Jakarta
---
DARI Jakarta hendak mudik ke Bandung, tapi pusing duluan dengan bayangan kepadatan tol Cipularang? Atau kemacetan yang menghadang begitu memasuki ibu kota Jawa Barat itu?
Tenaaang. Ada solusinya kok bagi Anda yang mengejar kenyamanan dan ketepatan At certain price, tentu saja. Cukup 40 menit sudah bisa menginjakkan kaki di Kota Kembang dari ibu kota.
"Kadang kalau ada angin yang mendorong dari belakang, malah bisa cuma 38 menit sudah sampai Bandung dari Jakarta," kata CEO PT Whitesky Aviation Denon Prawiraatmaja kepada Jawa Pos kemarin (9/6).
PT Whitesky Aviation adalah perusahaan yang menyediakan paket mudik dengan carter helikopter. Bahkan, ada diskonnya. Kalau biasanya harga normal Jakarta-Bandung Rp 18 juta, kini tarifnya didiskon tinggal Rp 12 juta untuk helikopter berkapasitas empat orang. "Kalau yang heli untuk kapasitas enam orang harganya Rp 16 juta dari harga normalnya Rp 24 juta," ucapnya.
Bukan cuma Bandung. Tapi juga kota-kota di sekitar Jawa Barat lainnya seperti Bogor, Sukabumi, dan Cirebon. Bahkan, ada pula yang sampai ke Anyer di Serang, Banten.
Pilihan agar bisa mudik dengan asyik memang semakin beragam. Di darat, laut, maupun udara tersedia. Kementerian Perhubungan, misalnya, menyediakan mudik gratis lewat laut. Ke tiga jurusan: Jakarta-Surabaya, Jakarta-Semarang, dan Jakarta-Lampung. Tak keluar ongkos, bisa menghindari kemacetan lagi.
Tapi, tentu kategori asyik berbeda bagi tiap orang. Tak semuanya mendefinisikannya sebagai "cepat sampai" atau "terhindar dari kemacetan". Komunitas Bike to Work (B2W), contohnya, tahun ini melanjutkan tradisi mudik dengan gowes alias ngonthel sepeda. Padahal, jarak yang ditempuh bisa sampai ratusan kilometer.
Dari titik keberangkatan di lapangan parkir Korlantas Polri, Jakarta, Jumat lalu (8/6), ada yang mudik ke Jawa Tengah, Jogjakarta, dan Jawa Timur. Toh, sejak dimulai pada 2013, dari tahun ke tahun jumlah yang ikut mudik dengan gowes terus bertambah. "Tahun ini peserta Gowes Moedik 2018 sekitar 150 orang. Hampir dua kali lipat dari tahun lalu yang mencapai 80 orang," ujar Ketua B2W Indonesia Poetoet Soedarjanto saat dijumpai di acara pelepasan Gowes Moedik 2018.
Pilihan mudik dengan gowes itu tentu saja diambil bukan karena mereka tak punya uang. Rata-rata anggota B2W adalah para pekerja profesional. Menurut para peserta, ada sensasi yang tak tergantikan saat mudik dengan sepeda. Salah satunya adalah keseruan saat singgah di kota-kota selama perjalanan.
"Biasanya kami bermalam di SPBU, rumah makan, masjid, atau pos polisi. Serunya lagi, saat ada agenda mudik gowes seperti ini, teman-teman komunitas sepeda di daerah menyediakan posko-posko untuk beristirahat," beber Fadilah, salah seorang peserta yang mudik ke Brebes, Jawa Tengah.
Untuk yang memilih mudik dengan helikopter, selain durasi perjalanan yang pendek dan jaminan bebas dari kemacetan, fleksibilitas turut jadi pertimbangan. Sebab, saat ini Whitesky Aviation memiliki 203 titik pendaratan di wilayah Jakarta dan 53 di kawasan Bandung.
Banyaknya titik pendaratan tersebut memudahkan penumpang untuk terbang dari wilayah yang dekat dengan tempat tinggalnya. Dia mencontohkan, semisal calon penumpang tinggal di wilayah Karet. Dia bisa langsung terbang dari titik keberangkatan terdekat di Hotel Shangri-La. Begitu juga lokasi pendaratan di Bandung. "Kalau penumpang ingin mendarat langsung di kawasan Dago Atas ya bisa," lanjutnya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Resmi Pindah ke Bali! Derby Jawa Timur Arema FC vs Persebaya Surabaya Digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Sebut Ada 3 Lokasi untuk Pembangunan Koperasi Merah Putih
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
