Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 9 Juni 2018 | 05.54 WIB

Bukan Karena Gaji, Jokowi: Yudi Mundur dari BPIP Karena Soal Keluarga

Presiden Joko Widodo menjelaskan latar belakang pengunduruan diri Yudi Latif dari BPIP. - Image

Presiden Joko Widodo menjelaskan latar belakang pengunduruan diri Yudi Latif dari BPIP.


JawaPos.com - Setahun menjabat sebagai ‎Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) rupanya tak membuat Yudi Latif betah. Karena itu dia secara mendadak memutuskan untuk mundur dari jabatanya.


Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan Yudi mengundurkan diri karena ada urusan keluarga yang tidak bisa ditinggalkan. Sehingga dia lebih memilih untuk berhenti.


"Dalam surat yang disampaikan alasannya karena ada urusan pribadi keluarga yang harus lebih diberikan perhatian," ujar Jokowi di kediaman Ketua MPR Zulkifli Hasan, Kompleks Widya Chandra, Jakarta, Jumat (8/6).


Jokowi mengaku selama menjabat sebagai‎ Kepala BPIP, Yudi Latif telah bekerja dengan baik. Bahkan dirinya sangat memiliki dedikasi dan penuh kerja keras dalam mengemban jabatannya tersebut.


"Saya kira kerja keras Pak Yudi Latif, integrtitas beliau tidak diragukan lagi," kata Mantan Wali Kota Solo itu.


Kendati demikian, Jokowi mengaku belum mengetahui siapa pengganti Yudi Latif. Karena baru saja mengundurkan diri. Termasuk juga syarat pengganti Yudi Latif seperti apa.


"Wong baru tadi pagi (Yudi Latif mengundurkan diri)," pungkasnya.‎


Sebelumnya, Yudi Latif mengundurkan diri sebagai Kepala BPIP melalui pesan perpisahan yang beredar di media sosial. Di akun pribadinya ia menulis permohonan pamit dengan pesan yang sangat filosofis.


"Saya mohon pamit. Segala yang lenyap adalah kebutuhan bagi yang lain, (itu sebabnya kita bergiliran lahir dan mati). seperti gelembung-gelembung di laut berasal, mereka muncul, kemudian pecah, dan kepada laut mereka kembali,” tulis Yudi lewat akun facebook Yudi Latif Dua.


Yudi bercerita tentang awal pembentukan badan itu yang dimulai dari Unit Kerja Presiden-Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP). Kemudian bertransformasi jadi BPIP per Februari 2018.


“Saya merasa, perlu ada pemimpin-pemimpin baru yang lebih sesuai dengan kebutuhan. Harus ada daun-daun yang gugur demi memberi kesempatan bagi tunas-tunas baru untuk bangkit. Sekarang, manakala proses transisi kelembagaan menuju BPIP hampir tuntas, adalah momen yang tepat untuk penyegaran kepemimpinan,” ujar Yudi.


Diketahui, Kepala BPIP merupakan pelaksana sehari-hari Lembaga ini. Dia di bawah Dewan Pengarah BPIP yang diketuai Megawati Soekarnoputri. Duduk sebagai Anggota Dewan Pengarah BPIP yaitu Mahfud MD, Ketua MUI Ma`ruf Amin, Ketum PBNU Aqil Siradj hingga Sudhamek. ‎


Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore