
Wakil Presiden Jusuf Kalla berencana bakal segera memanggil Menkumham Yasonna Laoly terkait PKPU mantan napi koruptor ikut nyaleg.
JawaPos.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) membuat Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) tentang pelarangan mantan narapidana koruptor menjadi caleg. Namun Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham), Yasonna H Laoly menolak mendatangani PKPU tersebut.
Menanggapi hal itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengaku aneh apabila pembantunya tersebut menolak meneken PKPU pelarangan bekas narapidana koruptor itu. "Ya memang agak janggal ya," ujar JK di Jakarta, Selasa (5/6).
Menurut JK, semua pihak termasuk dirinya menginginkan parlemen yang bersih. Sehingga wakil rakyat di masa akan datang mempunyai martabat karena bukan diisi oleh bekas koruptor.
"Kita ingin legislatif itu orang yang benar-benar bersih. Betul-betul mempunyai martabat," katanya.
Mantan Ketua Umum Partai Golkar itu juga menegaskan, sangat tidak sedap dipandang apabila ada wakil rakyat di Indonesia yang diisi oleh figur yang mendekam penjara akibat kasus korupsi.
"Kalau residivis masuk ke situ (DPR) kan tidak enak juga. Masa sudah jelas ada masalahnya bisa diinginkan lagi jadi anggota DPR," ungkapnya.
Namun demikian, JK mengaku belum mengetahui detail dan perkembangan terkini soal Menkumham yang menolak PKPU itu. Tapi dia berjanji bakal menanyakan alasan Yasonna.
"Saya tidak tahu alasannya apa. Tapi nanti saya akan cek," pungkasnya.
Sebelumnya diketahui, Yasonna enggan mendatangani PKPU mengenai larangan eks napi koruptor menjadi caleg. Menurut Yasonna, dalam UU Nomor 7/2017 tentang Pemilihan Umum (Pemilu) tidak adanya pelarangan tentang mantan narapidana eks koruptor menjadi caleg.
"Jadi nanti jangan dipaksa saya menandatangani susuatu yang bertentengan dengan UU," ujar Yasonna di Gedung DPR, Jakarta, Senin (4/6).
Diakui Yasonna, memang yang dilakukan oleh lembaga yang dikepalai oleh Arief Budiman adalah baik. Namun apabila berntentangan dengan UU Pemilu dia menilainya sangat aneh.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
