
Ketua DPR Bambang Soesatyo saat diwawancarai awak media
JawaPos.com - Komisi Pemberantasan Korupsi mengaku sudah menerima surat dari Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Bambang Soesatyo yang menyatakan tidak bisa memenuhi panggilan pemeriksaan lembaga antirasuah. Dalam surat yang di kirimkan Bamsoet berisi perihal kegiatan seharian yang harus dijalaninya, seperti membuka acara pasar murah atau bazar di DPR, menjadi nara sumber di siang harinya, dan menghadiri acara buka puasa bersama pada sore hari.
Menanggapi hal tersebut, juru bicara KPK Febri Diansyah menyatakan akan mempelajari lebih lanjut alasan ketidakhadiran Bamsoet untuk menjalani pemeriksaan di lembaga antikorupsi, apakah masuk dalam kategori alasan yang patut. Karena, pemanggilan tersebut wajib dijalani oleh saksi.
"Tentu saja surat itu perlu kami baca lebih dahulu, perlu kami pelajari. Apakah alasan ini dikategorikan sebagai alasan yang patut. Karena kita tahu panggilan penyidik yang disampaikan pada saksi seharusnya wajib dihadiri guna memberikan contoh," ungkapnya di gedung Merah Putih KPK, Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (6/4).
Sementara itu, atas ketidakhadiran Bamsoet, mantan aktivis ICW ini juga menuturkan pihaknya akan menjadwalkan ulang panggilan kepada kader Partai Golkar tersebut. Namun, untuk waktunya yang lebih pasti akan diinformasikan kembali.
"Kapan penjadwalan ulangnya, akan kita update lagi. KPK masih membutuhkan keterangan dari para saksi tersebut," ujarnya.
Untuk diketahui, sebelumnya, lembaga antikorupsi mengaku sudah mengirim surat panggilan pemeriksaan kepada anggota DPR untuk diperiksa sebagai saksi dalam kasus e-KTP selama seminggu ke depan. Yang sudah menjalani pemeriksaan pada hari ialah Melchias Marcus Mekeng, Mirwan Amir, Agun Gunandjar Sudarsa, Khatibul Umam, Arif Wibowo dan Rindoko Dahono. Namun, ketua DPR RI Bamsoet berhalangan hadir.
Ada dua hal yang memang diklarifikasi yakni terkait aliran dana korupsi e-KTP dan proses penganggaran proyek e-KTP. Saksi -saksi tersebut akan dikonfirmasi terkait salah satu atau dua hal tersebut.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
