
Petugas SPBU melakukan pengisian BBM.
JawaPos.com - PT Pertamina resmi menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non bersubsidi jenis Pertalite di Provinsi Riau, Jumat (1/6) dini hari. Dari harga 8.150, kini harga Pertalite turun menjadi Rp 7.800 per liter.
Adanya penurunan harga sebesar 5 persen tersebut, menjadikan harga pertalite di Riau saat ini sama dengan harga pertalite di beberapa provinsi di Sumatera. Seperti di Kepulauan Riau, Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Bengkulu.
Unit Manager Communication and CSR Marketing Operation Region I (Sumbagut) Pertamina, Rudi Ariffianto mengatakan, turunnya harga pertalite itu sudah diumumkan oleh Pertamina dan bisa di cek pada website resminya.
"Harganya akan disesuaikan dengan daerah lain yang terapkan PBBKB 5 persen," ujarnya kepada JawaPos.com, Jumat (1/6).
Rudi Ariffianto menjelaskan, harga Pertalite di Indonesia juga bisa sewaktu-waktu berubah. Termasuk harga bahan bakar khusus (BBK) lainnya. Perubahan harga bisa terjadi mengikuti perkembangan harga minyak dunia dan kurs Rupiah terhadap Dollar Amerika.
"Kalau harga minyak dunia naik dan atau kurs Rupiah terhadap Dollar melemah, pada periode tertentu akan menjadikan harga naik. Sebaliknya kalau harga minyak turun dan atau kurs rupiah menguat, harga bisa turun," ujarnya.
Turunnya harga ini, juga disambut baik oleh masyarakat. Seperti Mawansyah, salah seorang pekerja swasta. Dia sangat bersyukur dengan turunnya harga Pertalite ini. Meski turunnya tidak begitu signifikan, namun tentu akan memberikan efek baik terhadap ekonomi masyarakat.
"Tentu senang kami. Harga murah, pengeluaran kita jadi berkurang. Walaupun tak begitu terasa, tapi secara umum akan berimbas untuk perekonomian masyarakat," katanya.
Namun, turunnya harga Pertalite di Riau tidak terjadi di Kepulauan Riau dan sejumlah daerah lainnya. Di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), harga Pertalite masih berada di harga Rp 8.150 per liter. Harga ini sama dengan harga Pertalite di Riau sebelum diharmonisasi dan menjadi yang tertinggi di Indonesia.
Selain itu masih ada beberapa provinsi di Pulau Sumatera dengan harganya yang lebih tinggi dibanding Riau. Seperti di Jambi, Sumatera Selatan dan Lampung, dengan harga Rp 8.000 per liter.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Resmi Pindah ke Bali! Derby Jawa Timur Arema FC vs Persebaya Surabaya Digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Sebut Ada 3 Lokasi untuk Pembangunan Koperasi Merah Putih
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
