Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 31 Mei 2018 | 06.20 WIB

Sambut Peluang BIJB, Ini Rekomendasi Menteri Desa untuk Warga Jabar

SAMBUT PELUANG: Menteri Desa dan PDTT, Eko Putro Sandjojo merekomendasikan perangkat desa kelola dana desa untuk sambut BIJB, Rabu (30/5). - Image

SAMBUT PELUANG: Menteri Desa dan PDTT, Eko Putro Sandjojo merekomendasikan perangkat desa kelola dana desa untuk sambut BIJB, Rabu (30/5).

JawaPos.com - Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) yang berlokasi di Desa Kertajati, Kabupaten Majalengka memberikan peluang positif bagi pertumbuhan ekonomi pedesaan.


Menanggapi hal itu, Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo mendorong kepada perangkat desa di wilayah Jawa Barat untuk menyambut tantangan dan peluang BIJB melalui penggunaan anggaran dana desa.


"Adanya BIJB pasti akan banyak ada turis dari mancanegara berkunjung untuk berwisata di Jawa Barat, di desa-desa, menikmati pemandangan alam. Saya berharap desa bisa menyambut peluang itu," ungkapnya usai menghadiri kegiatan Jelajah Desa di Desa Gegesik Lor, Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon, Rabu (30/5).


Eko merekomendasikan perangkat desa pengelola anggaran desa sebaiknya menciptakan potensi kepariwisataan yang memungkinkan para wisatawan untuk berlama-lama berkunjung.
Potensi alam desa di Jawa Barat yang mendukung eko wisata, kata Eko, perangkat desa bisa memanfaatkan dananya untuk hal yang mendukung potensi wisata. Seperti membuat embung, kafe, atau homestay.


"Banyak orang luar negeri sana yang suka tinggal homestay dengan sajian pemandangan alam yang menarik. Ini perlu diperhatikan bagi desa-desa di Jawa Barat. Kalau bisa, di tengah sawah dibuatkan kafe dan melestarikan alam pedesaan," paparnya.


Langkah tersebut, menurutnya sebagai upaya menyambut percepatan pertumbuhan ekonomi desa sesuai Nawa Cita Presiden Joko Widodo (Jokowi) yaitu membangun Indonesia dari pinggiran.


Eko mencontohkan, pengelolaan dana desa untuk peningkatan potensi ekonomi melalui ekowisata, salah satunya Sulawesi Utara. Di wilayah tersebut setiap harinya, ada 2.000 turis mancanegara dan 30.000 dalam sebulan.


Akan tetapi, para turis tidak berlama-lama tinggal di Sultra karena minimnya hotel, restoran dan homestay. "Karena restoran kurang, hotel kurang, jadi, turis banyak pulang lagi. Hanya dua hari saja tinggal. Jadi, di Jawa Barat bisa jadi contoh," pungkasnya.

Editor: Sari Hardiyanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore