
Menteri Sosial Idrus Marham didampingi Dirjen Rehabilitasi Sosial Edi Suharto bersama Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Harry Hikmat belajar menjahit dari siswa Balai Besar Rehabilitasi Sosial Bina Grahita
JawaPos.com - Menteri Sosial (Mensos) Idrus Marham melakukan kunjungan kerja ke Balai Besar Rehabilitasi Sosial Bina Grahita (BBRSBG) Kartini, Temanggung, Jawa Tengah, Selasa. Mantan sekjen Golkar itu juga menjajal keterampilan menjahit bersama penyandang disabilitas intelektual.
Idrus pun tak ragu menjajal keterampilan menjahit bersama penyandang disabilitas intelektual itu. Secara spontan Putri yang mendampingi pak menteri itu berteriak riang ketika sang mensos mampu menjahit beberapa bagian.
"Hore, aku berhasil ngajarin Pak Menteri," serunya riang disambut disambut tawa Idrus.
Idrus mengatakan, kemampuan anak-anak di balai sungguh luar biasa. "Saya punya keyakinan bahwa Putri bisa sampai hari ini adalah melalui proses yang panjang. Tidak serta merta. Ini sungguh luar biasa," katanya sebagaima dalam keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com.
Usai berdialog dengan anak-anak balai, Mensos juga melihat langsung berbagai fasilitas pelayanan rehabilitasi sosial di antaranya asrama penerima manfaat, gedung Instalasi Terapi Khusus (ITK) untuk melihat bagaimana penerima manfaat mendapatkan fisioterapi, terapi wicara, terapi perilaku, dan juga okupasi terapi.
Dalam kunjungan kerja ini, didampingi Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial (Dirjen Rehsos) Edi Suharto dan Direktur Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas, Rachmat Koesnaedi.
Diketahui, BBRSBG Kartini Temanggung merupakan, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Sosial RI yang berada di bawah dan tanggung jawab Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial.
Tugas balai besar ini adalah melaksanakan pelayanan dan rehabilitasi sosial, resosialisasi, penyaluran dan bimbingan lanjut bagi penyandang disabilitas intelektual agar mampu berperan dan mandiri dalam kehidupan bermasyarakat.
Istilah penyandang disabilitas intelektual (PDI) digunakan untuk menyebut anak yang mempunyai daya intelektual di bawah rata-rata. Dimana PDI mengalami hambatan perkembangan kecerdasan sehingga tidak mencapai tahap yang optimal.
Pada tahun ini BBRSBG melayani 150 penerima manfaat di dalam panti dan 490 penerima manfaat luar panti yaitu, program daycare sebanyak 10 orang, pelayanan Rehabilitasi Sosial Berbasis Keluarga (RSBK) sebanyak 355 penerima manfaat, dan Rehabilitasi Sosial Berbasis Masyarakat.

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
