Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 29 Mei 2018 | 22.00 WIB

Polri Diminta Ungkap Identitas Pembunuh 5 Polisi di Rutan Mako Brimob

Blok napi dan lokasi sekitar Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat telah selesai disterilisasi petugas, Kamis (10/5).d - Image

Blok napi dan lokasi sekitar Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat telah selesai disterilisasi petugas, Kamis (10/5).d

JawaPos.com - Kerusuhan antara anggota polisi dan narapidana terorisme (napiter) di Rumah Tahanan (rutan) Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok masih menyisakan luka mendalam bagi keluarga korban. Apalagi sampai saat ini Polri belum mengungkap identitas para pelaku pembunuhan sadis itu.


Menanggapi hal tersebut, Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane meminta Kepolisian segera mengungkap identitas pelaku pembunuhan lima anggota polisi. Tujuannya agar kasus tersebut selesai secara transparan.


"Polri juga harus segera mengumumkan siapa saja pelaku pembantaian sadis terhadap lima polisi di Rutan Brimob," ujar Neta melalui keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com, Selasa (29/5).


Lebih lanjut Neta menilai, pengungkapan identitas pelaku sangat diperlukan. Terlebih, untuk pemenuhan rasa keadilan bagi keluarga korban dengan mendapat kejelasan.


"Ini perlu segera dilakukan Polri untuk menghargai rasa keadilan keluarga korban, sehingga tidak terkesan kelima polisi itu mati konyol tanpa diketahui siapa yang membunuhnya," tegas Neta.


Di sisi lain Neta juga meminta Polri tidak lagi melakukan kebohongan publik. Pada awal-awal kasus ini pecah, Polri berulang kali membantah ada anggotanya yang tewas.


Tapi tak berselang lama pernyataan tersebut diklarifikasi, diketahui lima anggota dinyatakan gugur dengan luka mengenaskan.


Hal semacam itu dinilai sangat merugikan citra baik lembaga penegak hukum itu. Neta berharap Polri dapat memetik pelajaran berharga dari kasus itu terutama dalam penyampaian fakta.


"Bagaimana pun sudah tidak zamannya lagi Polri menutup-nutupi kenyataan yang ada. Bagaimana pun kebohongan publik, selain sangat memalukan institusi juga melukai rasa keadilan keluarga korban," pungkas Neta.


Sebelumnya, pada Selasa (8/5) kerusuhan pecah antara napiter dengan anggota polisi di rutan Mako Brimob. Operasi penanggulangan terorisme dan pembebasan sandera baru dinyatakan selesai pukul 07.15 WIB, Kamis (10/5).


Dari kasus ini 5 orang Anggota Polisi dinyatakan gugur dan 4 luka-luka. Sedangkan 156 napiter berhasil dipaksa menyerah. Sementara itu untuk 5 orang anggota Polri yang menjadi korban telah diberikan penghargaan Anumerta.

Editor: Fersita Felicia Facette
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore