
Osas Saha ternyata juga menjadi incaran Aceh United sebelum putuskan gabung Persija Jakarta.
JawaPos.com - Osas Marvelous Saha resmi bergabung dan menandatangani kontrak bersama Persija Jakarta. Ia akan memperkuat Macan Kemayoran pada putaran kedua Liga 1 atau setelah 5 Juli mendatang.
Ini jelas menjadi kabar mengejutkan bagi Aceh United. Pasalnya, Osas Saha merupakan target utama klub asal provinsi paling barat di Indonesia itu. Namun demikian, putusan yang diambil penyerang kelahiran Nigeria itu ditanggapi dingin oleh manajemen Aceh United Football Club (AU FC).
Presiden Aceh United, M Zaini Yusuf mengatakan, proses transfer pemain bintang ke sebuah klub memang penuh liku-liku. "Ini lazim terjadi dalam sepak bola. Di klub-klub Eropa biasa seperti ini," ucap Zaini di Banda Aceh, Jumat (25/5).
Kabar mengejutkan dalam transfer pemain pernah juga dialami klub besar Liga Inggris. Saat itu, manajer Manchester United Sir Alex Ferguson mengincar Aaron Ramsey. Akan tetapi belakangan pemain Wales tersebut justru bergabung ke Arsenal.
"Itu yang saya sebut biasa dalam sepak bola," lanjut dia.
Zaini menjelaskan, sejak awal memang AU FC berminat meminang Saha sebagai pemain naturalisasi. Tapi, pada saat yang sama Persija Jakarta juga mengincar pemain yang pernah membela PSMS Medan itu.
"Kita harus akui, Saha punya kualitas bagus. Apalagi dia pemain asing yang kaya pengalaman. Tentu, pilihannya adalah tim yang tampil di kasta tertinggi. Selain faktor keluarga juga," ujarnya.
Faktor keluarga juga yang membuat AU FC gagal merekrut Cristian Gonzáles. "AUFC dan Persija sama-sama mengincar Osas, sama dengan kasus El Loco. Keputusan istrinya untuk memilih tim dekat rumah lebih mendominasi pilihannya," ujar dia."Kasus Osas Saha tak jauh beda, saat itu dokumen tertahan di isterinya."
Sementara itu, pelatih Aceh United, Simon Elissetche pun sejak awal tidak begitu yakin dengan motivasi Osas Saha bergabung dengan tim Liga 2. Sebab daya tariknya sebagai pemain masih sangat tinggi.
"Karena dia pemain asing, meski naturalisasi, dia masih menjadi magnet bagi klub-klub Liga 1," katanya.
Menurut Simon, dengan kemampuan dan pengalaman yang dimiliki Osas Saha pasti akan banyak tim Liga 1 yang mau mengontraknya. Apalagi dia sudah dinaturalisasi.
"Saya pikir bukan soal uang lagi, tapi lebih pada prestasi atau masa depan dia di kompetisi. Itu wajar, makanya sejak awal saya pikir mana mungkin dia mau main di Liga 2 kalau sudah dinaturalisasi," ungkap pelatih asal Chile ini.
Seperti diketahui, sebelum bergabung dengan Persija Jakarta, Osas sudah malang melintang di persepakbolaan Indonesia. Ia datang ke Indonesia pada 2009 dan sudah membela banyak klub Indonesia. Di antaranya PSMS Medan, PSAP Sigli, Persepam, Persisam Putra, Persiram Raja Ampat, Semen Padang, hingga Perseru Serui.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
