Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 24 Mei 2018 | 21.05 WIB

Israel Desak AS Akui Dataran Tinggi Golan Syria sebagai Wilayahnya

Israel mendesak AS akui Dataran Tinggi Golan milik Syria jadi wilayahnya - Image

Israel mendesak AS akui Dataran Tinggi Golan milik Syria jadi wilayahnya

JawaPos.com - Israel menekan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk mengakui kedaulatan mereka atas Dataran Tinggi Golan. Hal ini diungkapkan oleh Menteri kabinet Israel pada Rabu (23/5). Ia juga memprediksi persetujuan AS bisa datang dalam beberapa bulan mendatang.


Seperti dilansir Reuters, Menteri Intelijen Israel Katz mendeskripsikan proposal dukungan 51 tahun Israel terhadap Golan yang akan menjadi salah satu agenda dalam pembicaraan diplomatik bilateral dengan AS. Langkah-langkah semacam ini adalah bagian dari tindak lanjut keluarnya AS dari perjanjian nuklir Iran.


Langkah-langkah Trump mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel dan memindahkan kedutaannya ke Yerusalem dipuji oleh Israel, namun menyebabkan keprihatinan mendalam bagi sekutu Eropa. "Kami bertemu dengan Israel dalam berbagai masalah," kata seorang pejabat Gedung Putih yang tidak mau disebutkan namanya. Namun, ia menolak untuk mengonfirmasi salah satu rincian yang diberikan oleh Katz tentang Golan.


Dataran Tinggi Golan merupakan dataran tinggi strategis antara Israel dan Syria yang terbentang sekitar 1.200 kilometer persegi. Golan adalah bagian dari wilayah Syria, sampai akhirnya Israel mengambilnya pada Perang Timur Tengah 1967.


Israel memindahkan permukiman Israel ke wilayah yang didudukinya. Kemudian mengambil wilayah tersebut pada 1981, dan tidak diakui secara Internasional.


Mereka pernah mempertimbangkan mengembalikan Golan untuk perdamaian Syria. Namun beberapa tahun terakhir mereka berpendapat bahwa perang Syria dan kehadiran Iran menunjukkan bahwa Israel perlu mempertahankan dataran tinggi yang strategis tersebut.


Katz melemparkan proposal Golan dengan memanfaatkan isu ekspansi regional Iran yang merupakan musuh bebuyutan Israel dan AS. “Ini adalah waktu yang tepat untuk melakukan gerakan seperti itu. Tanggapan paling menyakitkan yang bisa Anda berikan kepada Iran adalah mengakui kedaulatan Golan untuk Israel melalui pernyataan Amerika, proklamasi kepresidenan yang diabadikan dalam hukum," katanya.


Masalah yang diangkat oleh Perdana Menteri Israel Netanyahu dalam pertemuan pertamanya dengan Trump di Gedung Putih pada Februari 2017, sekarang sedang dibahas di berbagai tingkat pemerintahan dan Kongres AS. "Saya rasa akan ada probabilitas tinggi yang akan terjadi," ujar Katz.


Ketika ditanya apakah akan ada keputusan besar yang akan dibuat tahun ini. Katz menjawab "Ya, dalam beberapa bulan," jawabnya.


Rusia, sekutu besar Damaskus, telah lama mendesak integritas teritorial Syria harus dipulihkan. Sebuah posisi yang secara tersirat membutuhkan pengembalian Golan yang diduduki oleh Israel.

Editor: Fersita Felicia Facette
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore