Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 24 Mei 2018 | 18.48 WIB

Operasi Pasar Berubah Sasar Pedagang

BERUBAH: Operasi pasar tahun lalu digelar di keramaian. Tahun ini langsung drop ke toko-toko. - Image

BERUBAH: Operasi pasar tahun lalu digelar di keramaian. Tahun ini langsung drop ke toko-toko.

JawaPos.com - Bulog kerap menggelar operasi pasar saat Ramadan dan menjelang Lebaran. Berbagai komoditas bahan pangan dijual dengan harga murah. Misalnya gula, beras, tepung dan minyak.


Untuk tahun ini, ada perubahan mekanisme operasi pasar. Bulog berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) untuk menggelar operasi pasar.


"Tidak seperti kemarin yang digelar di depan pasar. Tapi terjun langsung ke pedagang di pasar," kata Kepala Sub Divre Bulog Malang Fachriana Latuconsina kepada JawaPos.com, Kamis (24/5).


Dengan mekanisme baru, Disperindag menawarkan beras premium kepada pedagang di pasar. Jika pedagang menyetujui, Bulog akan mengirimkan beras dan mengedrop ke lapak pedagang tersebut.


Disperindag juga bertugas untuk mengecek stok beras medium di pasar. Jika didapatkan sudah menipis atau kosong, maka akan melaporkannya kepada Bulog. Kemudian, beras akan dipasok. "Tapi harus ada persetujuan dulu dari pedagang tersebut. Tawarkan dengan pedagang di sana," lanjut perempuan yang akrab disapa Ria itu.


Untuk beras yang dipakai dalam operasi pasar, Bulog tidak memiliki cadangan khusus. Saat ini, stok beras di gudang Bulog sekitar 7 ribu ton. Jumlah itu aman untuk lima bulan ke depan. "Nggak ada stok khusus. Berapa pun Disperindag butuh, kami ada. Intinya jangan sampai beras medium di pasar kosong," tegasnya.

Editor: Sofyan Cahyono
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore