
Plt Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, melakukan sidak langsung ke Pasar Tambun, Kecamatan Tambun Selatan. (Istimewa)
JawaPos.com - Kabar baik bagi warga Bekasi menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah. Pemerintah Kabupaten Bekasi menjamin stok kebutuhan pokok tetap tersedia aman di pasar-pasar tradisional.
Kepastian ini didapat setelah Plt Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, bersama unsur Forkopimda melakukan sidak langsung ke Pasar Tambun, Kecamatan Tambun Selatan. Pengecekan ini bertujuan memantau harga dan ketersediaan barang kebutuhan pokok dan penting (bapokting) selama Ramadan.
Dari hasil pantauan di lapangan, Asep mengakui adanya kenaikan harga pada beberapa komoditas. Namun, ia menegaskan bahwa kenaikan tersebut masih dalam batas wajar akibat tingginya permintaan masyarakat, bukan karena stok yang hilang.
"Setelah kita cek, ada beberapa barang yang naik karena kebutuhan masyarakat meningkat. Tapi sampai saat ini tidak ada barang yang langka, semuanya masih tersedia di pasar," ujar Asep dikutip Sabtu (7/3).
Beberapa bahan pokok yang mengalami kenaikan antara lain gula, telur, daging, dan cabai. Khusus untuk cabai, lonjakan harga dirasa cukup signifikan dibanding komoditas lainnya.
"Yang cukup signifikan itu cabai. Harganya sekitar Rp45 ribu sampai Rp100 ribu per kilogram. Kalau yang lain kenaikannya relatif kecil, hanya sekitar Rp2 ribu sampai Rp3 ribu," tambahnya.
Strategi Operasi Pasar dan Pantauan Satgas Pangan
Guna menjaga stabilitas harga agar tidak terus melambung, Pemkab Bekasi sudah menyiapkan langkah intervensi. Salah satu senjata utamanya adalah menggelar operasi pasar dalam waktu dekat.
"Kita akan mengadakan operasi pasar. Saat ini kita juga turun langsung ke pasar untuk melihat barang-barang apa saja yang mengalami kenaikan, sehingga bisa segera dilakukan langkah penanganan," tegas Asep.
Penyebab Harga Cabai Melambung: Faktor Cuaca
Kepala Bidang Bapokting Dinas Perdagangan Kabupaten Bekasi Helmi Yenti menjelaskan, kenaikan harga cabai rawit dipicu oleh kendala produksi di daerah asal akibat cuaca ekstrem.
"Kita bukan wilayah produsen cabai. Biasanya pasokan berasal dari Garut, namun di sana ada kendala cuaca ekstrem sehingga produksi berkurang dan berdampak pada harga," ungkap Helmi.
Meski cabai dan daging sapi masih fluktuatif, beberapa komoditas justru mulai mengalami penurunan harga. Contohnya adalah daging ayam yang kini berada di kisaran Rp40 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp45 ribu.
Untuk menjamin kenyamanan warga berbelanja menjelang Lebaran, Dinas Perdagangan bersama Satgas Pangan terus melakukan pengawasan harian. Tujuannya jelas: mencegah praktik kecurangan dan memastikan distribusi berjalan lancar.
"Pengawasan dilakukan setiap hari bersama Satgas Pangan, kepolisian, dan pihak terkait agar harga tetap terkendali dan masyarakat bisa memperoleh bahan pokok dengan harga yang wajar," tutup Helmi.

Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Prediksi Skor Portugal vs Spanyol: Pasar Taruhan Dunia Jagokan La Furia Roja, Ronaldo Siap Balas Rekor Buruk
Prediksi Skor Argentina vs Mesir di Piala Dunia 2026: Lionel Messi vs Mohamed Salah, Albiceleste Diunggulkan ke Perempat Final
Dijanjikan Gaji Rp 1,4 Juta Hanya Cair Rp 76 Ribu, Kopdes Merah Putih di Bojonegoro Pilih Tutup
Prediksi Swiss vs Kolombia di 16 Besar Piala Dunia 2026: Sesumbar De Nati Andalkan Manzambi
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Belgia: Bursa Taruhan Dunia Ramalkan Imbang, Red Devils Unggul Head to Head
Prediksi Skor Argentina vs Mesir di 16 Besar Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Lionel Messi atau Mohamed Salah
