
Ilustrasi sembako di pasar/freepik
JawaPos.com - Memasuki hari pertama Ramadhan, harga sejumlah bahan pokok sudah mulai menunjukkan kenaikan. Pantauan di Pasar Meruya Ilir, Kembangan, menunjukkan tren kenaikan harga mulai dari protein hewani hingga bumbu dapur. Lonjakan yang paling mencolok terjadi pada komoditas cabai dan daging sapi.
Harga daging sapi yang biasanya dibanderol Rp 140.000 per kilogram, kini sudah menyentuh angka Rp 150.000. Suminta, salah satu pedagang daging, menyebut kenaikan ini sudah terasa sejak sepekan sebelum puasa.
Selain faktor momentum Ramadhan, minimnya pasokan menjadi pemicu utama. Meski harga naik, minat beli masyarakat ternyata belum surut.
"Biasanya Rp 140 ribu perkilogram. Sekarang Rp 150 ribu. Naik Rp 10 ribu, udah dari seminggu sebelum puasa," ujar Suminta, Kamis (19/2).
Ia menyebut, kenaikan harga daat bulan suci ramadan merupakan hal yang terjadi setiap tahunnya. Kenaikan diprediksi akan terus berlanjut hingga Lebaran usai.
"Nanti bakal terus naik sampai Lebaran. Tapi untungnya yang beli juga masih banyak. Mereka juga pada ngerti kalau lagi puasa gini harga naik," katanya.
Setali tiga uang, pedagang ayam potong pun mulai merasa tercekik. Nur, pedagang ayam di pasar yang sama, mengeluhkan harga modal yang terus merangkak naik sehingga ia terpaksa menjual ayam ukuran kecil seharga Rp 35.000.
"Sekarang enggak ada yang murah. Semuanya pada naik," keluh Nur.
Ia pun berharap pemerintah segera turun tangan. "Harusnya harganya dijaga biar murah. Kasihan penjual sama pembeli kalau harganya mahal kayak gini. Ayam kan kebutuhan pokok buat makan," tuturnya.
Jika harga daging naik perlahan, harga cabai justru melompat gila-gilaan. Naufal, pedagang bumbu dapur, mengungkapkan bahwa hampir semua jenis cabai mengalami kenaikan hingga dua kali lipat bahkan lebih.
Cabai rawit merah yang biasanya hanya Rp40.000, kini meroket hingga Rp120.000 per kilogram. Sementara cabai rawit hijau dan keriting bertengger di angka Rp70.000.
"Yang paling tinggi naiknya itu cabai. Kalau bawang naik, tapi masih wajarlah. Enggak sampai dua kali lipat kayak cabai," kata Naufal.
Gangguan cuaca dan bencana di daerah penghasil disinyalir menjadi biang kerok terhambatnya distribusi ke ibu kota.
"Karena kan di daerah yang biasanya panen itu sekarang lagi banyak bencana. Ada yang abis banjir juga jadi pasokannya terhambat," tambah Naufal.
Di tengah badai kenaikan harga, komoditas kelapa parut untuk santan terpantau masih relatif aman. Bob, pedagang kelapa, menyebut harga per butir masih di angka Rp13.000. Namun, ia memprediksi lonjakan baru akan terjadi saat mendekati Idul Fitri.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Belgia vs Prancis di Liga Nations UEFA: Les Bleus Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Prediksi Susunan Pemain Prancis vs Belgia: Tanpa Mbappe, Zidane Hadapi Ujian Berat
Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Landsliðið Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat
Prediksi Skor Georgia vs Ukraina di UEFA Nations League: Misi Berat Kvaratskhelia Cs di Kandang
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di Liga Nations UEFA: Hrabri Sokoli Bakal Sulitkan Tuan Rumah
Prediksi Skor Slovenia vs Makedonia Utara di Liga Nations UEFA: Fantje Kalahkan Tim Tamu
Prediksi Skor Turki vs Italia di Liga Nations UEFA: Kans Ay-Yıldızlılar Hentikan Perlawanan Azzurri
Prediksi Skor Skotlandia vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Kalahkan Tuan Rumah dengan Skor Telak
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di UEFA Nations League: Siapa Paling Kuat?

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022